PNKT Tegaskan Kualitas Kader Penentu Masa Depan Karang Taruna

Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono menekankan bahwa **kualitas kader Karang Taruna** adalah kunci utama keberhasilan organisasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PNKT Tegaskan Kualitas Kader Penentu Masa Depan Karang Taruna
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak Karang Taruna untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pendampingan kelompok rentan. (AntaraNews)

Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), Budisatrio Djiwandono, menegaskan bahwa masa depan organisasi Karang Taruna sangat bergantung pada kualitas kadernya, bukan sekadar jumlah anggota. Pernyataan ini disampaikan dalam upaya memperkuat peran Karang Taruna sebagai organisasi yang berdampak positif bagi masyarakat. Penekanan pada kualitas kader ini menjadi fokus utama dalam strategi pengembangan organisasi ke depan.

Menurut Budisatrio, sebuah organisasi yang kuat, besar, dan mampu memberikan dampak signifikan tidak diukur dari kuantitas kader, melainkan dari mutu dan kontribusi nyata yang diberikan oleh setiap individu di dalamnya. Oleh karena itu, kaderisasi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas. Hal ini bertujuan untuk melahirkan kader-kader penggerak yang mampu membawa perubahan di berbagai daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara training of trainers PNKT yang berlangsung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (31/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PNKT untuk membenahi organisasi dan meningkatkan kapasitas anggotanya. Karang Taruna, yang telah berdiri selama hampir 66 tahun, diharapkan terus memperkuat diri melalui proses kaderisasi yang efektif.

Pentingnya Kualitas di Atas Kuantitas Anggota

Budisatrio Djiwandono menjelaskan bahwa Karang Taruna terbuka bagi seluruh anak muda yang memiliki semangat pengabdian, tanpa memandang latar belakang suku, agama, pandangan politik, maupun status sosial. Fokus utama adalah semangat untuk berkontribusi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsip inklusivitas ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pemuda berkualitas untuk bergabung dan aktif.

Penguatan kualitas kader menjadi agenda utama kepengurusan PNKT saat ini. Langkah-langkah yang diambil meliputi pembenahan struktur organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan, serta penyelenggaraan training of trainers. Program-program ini dirancang untuk mencetak kader-kader yang tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga kemampuan dan keterampilan untuk menggerakkan komunitas.

Melalui upaya ini, diharapkan setiap kader Karang Taruna dapat menjadi agen perubahan yang efektif di lingkungannya masing-masing. Mereka diharapkan mampu mengidentifikasi masalah sosial, merumuskan solusi, dan mengimplementasikan program-program yang relevan. Dengan demikian, Karang Taruna dapat terus relevan dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kesejahteraan sosial.

Karang Taruna sebagai Modal Sosial dan Mitra Strategis Pemerintah

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, turut menyoroti potensi besar Karang Taruna sebagai modal sosial yang signifikan untuk mendukung pembangunan kesejahteraan sosial. Beliau menekankan bahwa kualitas kader adalah faktor penting dalam menggerakkan potensi tersebut. Gus Ipul sendiri menjabat sebagai Menteri Sosial sejak 11 September 2024.

Saat ini, Karang Taruna memiliki jangkauan yang luas dengan lebih dari 31 ribu tempat pengabdian. Sebaran ini meliputi 136 kabupaten/kota, lebih dari 1.600 kecamatan, dan hampir 29 ribu desa serta kelurahan, menjangkau 16 provinsi. Jumlah kader tercatat lebih dari 83 ribu orang, menunjukkan besarnya jaringan dan potensi yang dimiliki organisasi ini.

Gus Ipul menyebut bahwa keberadaan Karang Taruna hingga tingkat desa menjadikannya mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan berbagai program sosial. Beliau mengajak Karang Taruna untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program-program Presiden Prabowo, khususnya dalam melayani kelompok rentan, memperkuat data, dan ikut serta dalam program pemberdayaan di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.

Lima Fokus Kerja Karang Taruna untuk Mendukung Pembangunan Sosial

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menitipkan lima fokus kerja utama kepada Karang Taruna. Fokus-fokus ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para kader dalam menjalankan perannya di masyarakat. Kelima fokus kerja ini dirancang untuk memaksimalkan dampak positif Karang Taruna dalam pembangunan kesejahteraan sosial.

Berikut adalah lima fokus kerja yang dititipkan oleh Gus Ipul:

  • Membantu pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
  • Mendampingi keluarga penerima manfaat agar semakin mandiri.
  • Memperkuat kesiapsiagaan bencana di tingkat lokal.
  • Mengembangkan kewirausahaan pemuda untuk mendorong kemandirian ekonomi.
  • Mendampingi kelompok-kelompok rentan di masyarakat.

Melalui pelaksanaan kelima fokus kerja ini, Karang Taruna diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata dan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri. Tantangan ini menjadi tanggung jawab besar bagi Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono dan seluruh kader Karang Taruna.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi