Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan standar keselamatan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan internasional International Civil Aviation Organization (ICAO) Government Safety Inspector Airworthiness Air Operator and Approved Maintenance Organization Certification (GSI-AIR) Course. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi inspektur keselamatan penerbangan di berbagai negara.
Pelatihan intensif selama 15 hari ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemenhub, ICAO, serta US FAA-Boeing. Kegiatan berskala internasional tersebut telah resmi ditutup di Jakarta pada Jumat (31/7), menandai keberhasilan program peningkatan kapasitas SDM penerbangan. Inisiatif ini secara langsung mendukung visi Indonesia dalam menciptakan ekosistem penerbangan yang lebih aman dan terstandar.
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug (BP3 Curug) Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) Kemenhub, Sukahir, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat krusial. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kualifikasi dan standardisasi inspektur kelaikudaraan di Asia-Pasifik. Dengan demikian, mereka mampu melaksanakan proses sertifikasi dan pengawasan keselamatan penerbangan sipil sesuai standar global. Kemenhub perkuat inspektur penerbangan untuk masa depan aviasi yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kompetensi Inspektur Penerbangan Regional
Penyelenggaraan ICAO GSI-AIR Course merupakan implementasi konkret dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan serta Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2012 tentang Sumber Daya Manusia di Bidang Transportasi. Regulasi ini secara tegas menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia transportasi guna mendukung terwujudnya keselamatan penerbangan yang optimal. Melalui pelatihan ini, Kemenhub perkuat inspektur penerbangan untuk memenuhi tuntutan standar global.
Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari 10 negara di kawasan Asia-Pasifik, menunjukkan cakupan regional yang luas. Negara-negara yang berpartisipasi meliputi Indonesia dengan tiga peserta, Sri Lanka (tiga), Papua Nugini (tiga), serta masing-masing satu peserta dari Thailand, Vietnam, Timor-Leste, Fiji, Laos, India, dan Hong Kong. Kehadiran perwakilan dari berbagai negara ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang kaya akan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antarinspektur.
Selama periode pelatihan, para peserta mendapatkan pembelajaran yang komprehensif mengenai berbagai aspek penting dalam keselamatan penerbangan. Materi yang disampaikan mencakup proses sertifikasi operator penerbangan dan organisasi perawatan pesawat sesuai standar ICAO. Pembelajaran ini meliputi evaluasi dokumen sertifikasi, penerapan lima tahapan sertifikasi (Five-Phase Certification Process), serta teknik inspeksi dan pengawasan lapangan yang efektif. Selain itu, pelatihan juga membekali peserta dengan program Train the Trainer Program (TTP) untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai calon instruktur. Kemenhub perkuat inspektur penerbangan dengan bekal ilmu yang mendalam.
Advertisement
Sukahir menambahkan bahwa komitmen dan partisipasi aktif dari seluruh peserta mencerminkan dedikasi tinggi mereka. Dedikasi ini sangat penting dalam upaya memperkuat budaya keselamatan penerbangan di negara masing-masing. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh dapat diimplementasikan secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan efektivitas pengawasan keselamatan penerbangan di seluruh kawasan. Ini adalah langkah nyata Kemenhub perkuat inspektur penerbangan untuk keamanan global.
Advertisement
Peran Indonesia dalam Pengembangan SDM Penerbangan Global
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pelatihan PPSDMPU Kemenhub, Ratri, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis peserta. Lebih dari itu, kegiatan ini juga berhasil memperkuat jejaring profesional antarinspektur keselamatan penerbangan di seluruh kawasan Asia-Pasifik. Jaringan ini sangat berharga untuk kolaborasi dan berbagi praktik terbaik di masa mendatang. Kemenhub perkuat inspektur penerbangan sekaligus membangun konektivitas profesional.
Ratri juga menegaskan bahwa selama pelatihan, para peserta telah menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan. Peningkatan ini terlihat jelas dalam pemahaman dan penerapan proses sertifikasi serta pengawasan sesuai dengan standar ICAO. Hal ini membuktikan efektivitas program dan kualitas materi yang disampaikan oleh para instruktur. Peningkatan ini adalah bukti nyata dari upaya Kemenhub perkuat inspektur penerbangan.
Penyelenggaraan ICAO GSI-AIR Course semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia penerbangan terkemuka di kawasan Asia-Pasifik. Komitmen Indonesia dalam bidang ini akan terus berlanjut. Ini dibuktikan dengan rencana penyelenggaraan dua pelatihan internasional lainnya pada Agustus dan September 2026. Pelatihan tersebut adalah Government Safety Inspector Operations – Air Operator Certification serta Government Safety Inspector – Personnel Licensing.
Advertisement
Rangkaian pelatihan internasional ini merupakan bagian integral dari upaya Indonesia dalam memperkuat kapasitas SDM penerbangan agar memenuhi standar global. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung peran aktif Indonesia dalam tata kelola penerbangan sipil internasional. Salah satu tujuan penting dari upaya ini adalah pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO. Kemenhub perkuat inspektur penerbangan sebagai bagian dari strategi besar ini.
Sumber: AntaraNews