Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan betapa krusialnya peran fasilitas kebudayaan, seperti Taman Budaya Jambi, dalam memajukan dan memperkuat ekosistem seni di Indonesia. Penekanan ini disampaikan saat beliau secara resmi membuka festival budaya bertajuk "Pusparagam Negeriku: Dari Jambi untuk Indonesia" yang diselenggarakan di Taman Budaya Jambi.
Acara pembukaan festival ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kerja Menteri Kebudayaan di Jambi, di mana berbagai pertunjukan seni, mulai dari seni tari, seni rupa, hingga kekayaan kuliner khas daerah, turut ditampilkan. Festival ini menjadi wadah penting bagi para seniman dan budayawan untuk berekspresi dan berkreasi.
Menurut Menteri Fadli, Taman Budaya merupakan "afirmatif" dan platform esensial bagi masyarakat, seniman, budayawan, serta para penggerak kebudayaan untuk menyalurkan ekspresi budaya mereka. Keberadaan fasilitas semacam ini sangat vital untuk menjaga keberlangsungan dan perkembangan seni budaya bangsa.
Advertisement
Advertisement
Fasilitas Kebudayaan sebagai Penggerak Ekosistem Seni
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti fungsi Taman Budaya sebagai inkubator bagi banyak seniman dan budayawan yang lahir dan berkembang di sana. "Seniman dan budayawan yang ada, banyak yang dilahirkan di Taman Budaya ini, karena Taman Budaya adalah satu 'afirmativ', salah satu platform atau tempat di mana masyarakat, seniman, budayawan, para pejuang dan penggerak kebudayaan bisa melakukan ekspresi budaya di sini," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Festival "Pusparagam Negeriku" yang digelar di Taman Budaya Jambi ini tidak hanya menampilkan perpaduan seni pertunjukan, tetapi juga kekayaan seni rupa dan kuliner lokal. Hal ini menunjukkan bagaimana fasilitas kebudayaan dapat menjadi pusat multidisiplin untuk berbagai bentuk ekspresi artistik dan budaya.
Kehadiran fasilitas kebudayaan yang memadai menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem seni yang kuat dan berkelanjutan. Dengan adanya ruang ekspresi yang representatif, potensi-potensi seni lokal dapat digali, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Ekonomi dan Industri Budaya Lokal
Selain sebagai pusat ekspresi seni, Menteri Kebudayaan juga mendorong agar kearifan lokal Jambi dapat bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi dan industri budaya atau Cultural and Creative Industry (CCI). Potensi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif dan signifikan bagi masyarakat setempat.
Pengembangan warisan budaya takbenda, termasuk wastra tradisional seperti songket khas Jambi, memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional. Upaya ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para perajin dan pelaku industri kreatif.
Gubernur Jambi Al Haris menambahkan bahwa festival di Jambi telah menjadi pusat ekonomi masyarakat, sekaligus ruang ekspresi bagi beragam seni, sejarah, dan budaya Indonesia. Ini menunjukkan sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi lokal.
Advertisement
Advertisement
Jambi: Pusat Ekonomi dan Ekspresi Seni Budaya
Gubernur Jambi Al Haris menggarisbawahi bahwa festival-festival yang diadakan di Jambi, termasuk "Pusparagam Negeriku", berfungsi sebagai pusat ekonomi bagi masyarakat. "Festival ini hampir setiap tahun diadakan. Selain itu, ada festival Batanghari, kemudian ada juga beberapa agenda yang seluruhnya menampilkan ragam budaya kita, termasuk para pelaku UMKM, sejarawan dan semua bagian yang selama ini telah mengabdikan diri di bidang seni," kata Gubernur Al Haris.
Festival ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk meresmikan pameran seni rupa dan meninjau bazar pangan lokal yang melibatkan komunitas budaya setempat. Ini memperkuat peran Jambi sebagai pusat yang dinamis untuk pengembangan dan promosi budaya.
Acara pembukaan festival ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Jambi Al Haris, Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana, Wali Kota Jambi Maulana, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Direktur Utama TMII Ratna Paramita, Direktur Operasi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Indung Purwita Jati, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, budayawan, dan akademisi. Menteri Kebudayaan sendiri didampingi oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan beserta jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews