Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengingatkan pejabat daerah di Sumatera Utara untuk mendorong peningkatan pariwisata di daerah tersebut, khususnya Danau Toba. Apalagi, badan Otorita Dana Toba baru saja dibentuk.
Menurut Rizal, infrastruktur di Danau Toba harus terus dikembangkan sehingga menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
"Kita ingin para bupati sama-sama tegaskan komitmen. Kita harus bersihkan Danau Toba. Target kami sebelum Desember sebelum presiden datang semua udah rapi Danau Toba, kami betul-betul minta dukungan dari semua kalangan dari tokoh," kata Rizal di kantornya, Jakarta, Kamis (25/5).
Rizal mengakui, pengembangan pariwisata Danau Toba sudah tertunda hingga puluhan tahun. Dia pun menyuruh para pejabat-pejabat daerah khususnya Sumatera Utara yang terlibat dalam pembangunan wisata tersebut bunuh diri, jika visi dan misi yang diemban gagal.
"Tidak mudah, karena cita-cita pengembangan Danau Toba ini sudah ada 40-50 tahun yang lalu. Tapi enggak jadi terus. Tapi kali ini kita buat impian ini menjadi kenyataan. Ada Luhut Pandjaitan yang masih di Rusia kirim salam, ada tokoh-tokoh batak yang terkemuka di sini, kalau sampai barang ini enggak jadi, bunuh diri aja deh," tuturnya.
Selain itu, pihaknya mendorong Bupati di sekitar wilayah Danau Toba, Sumatera Utara buat meningkatkan produk lokal. Rizal mencontohkan yang terjadi pada kemajuan pariwisata di Bali yang signifikan, namun masih mengandalkan barang impor.
"Terakhir, saya mohon maaf kami enggak ingin ulangi sejarah Bali. Bali segala macam maju tapi semua barangnya makanannya buah minum impor dari luar Bali. Kami enggak ingin terjadi di Danau Toba. Sementara kita bangun infrastruktur fisik dua tahun, kami ingin juga lakukan spesialisasi setiap Bupati misal fokus buah nanti kita bantu kementan kasih bibit," ujar Rizal.