BKPM puji investor China, berani garap proyek di pedalaman Indonesia

"Kami lihat investasi China banyak bangun smelter di tempat terpencil, tak ada penduduk, tak ada akses jalan."

Pramirvan Datu Aprillatu
BKPM puji investor China, berani garap proyek di pedalaman Indonesia
Ilustrasi Investasi. ©2014 Merdeka.com

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menghujani investor China dengan pujian. Sejauh ini, investor Negeri Tirai Bambu dinilai memiliki komitmen investasi terbesar di Indonesia.

Tidak hanya itu, mereka juga bersedia berinvestasi di pedalaman Tanah Air.

"Kami lihat investasi China ini hebatnya banyak bangun smelter di tempat-tempat terpencil, yang tidak ada penduduknya, nggak ada akses jalannya, itu bangun infrastruktur sendiri, kayak bangun smelter bauksit dan nikel di Bantaeng dan Morowali," kata Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis, Jakarta, Rabu (3/2).

Azhar menilai investasi China mampu merangsang perekonomian di daerah-daerah tertinggal. Berdasarkan data tahun lalu, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp 12,1 triliun dari 170 proyek.

"Itu kan daerah-daerah yang jauh dari ibukota provinsi. Otomatis mempercepat pembangunan daerah. Dengan masuknya investasi China di situ, 10 tahun lagi yang tadinya terpencil bisa jadi pusat ekonomi baru 10 tahun mendatang," tuturnya.

BKPM mencatat, sepanjang 2015, pengajuan izin prinsip dari investor China mencapai Rp 277 triliun. Lebih besar ketimbang Singapura sebesar Rp 203 triliun dan Jepang sebesar Rp 100 triliun.

Rekomendasi