Industri dalam negeri sulit berkembang lantaran membanjirnya produk impor. Masyarakat Indonesia cenderung menyukai produk buatan luar negeri dibanding produk lokal.
Gambaran itu bisa terlihat di sektor industri otomotif. Ketua Tim Penasehat Wakil Presiden RI Sofjan Wanandi menuturkan, masyarakat Indonesia masih senang membeli mobil eksklusif buatan luar negeri.
"Apakah kita masih perlu namanya impor barang-barang dulux seperti Lamborghini, Roll Royce dan lain-lain itu. Kalau mereka mau naik Roll Royce suruh naik di negara lain tidak usah naik di sini. Tidak bisa jalan juga, sudah macet, mau apa lagi," ujar Sofjan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (21/9).
Menurutnya, seharusnya semua pihak prihatin dengan kondisi ini. Sudah waktunya menghentikan impor produk-produk yang tidak terlalu penting bagi hajat hidup orang banyak.
"Maka itu salah satu yang dipikirkan bagaimana barang-barang yang tidak kita perlukan itu tidak perlu masuk dulu sementara, moratorium lah. Biarpun itu harus kita pikir caranya dan lain-lainnya," terangnya.
Sofjan meyakini, moratorium barang impor mewah akan membantu industri dalam negeri. Industri akan terpacu meningkatkan kualitas dan jumlah produk untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, baik bahan mentah maupun jadi.
"Sehingga membantu industri kita tidak melakukan layout mengurangi pegawai ya yang sudah mereka lakukan terutama merumahkan dan segala macam ini," ucapnya.