Bukan satu dua kali ada laporan masyarakat yang tertipu investasi bodong atau investasi abal-abal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui banyaknya jenis investasi bodong yang beredar di tengah masyarakat.
Dengan beragam modus, pengelola investasi mencoba merayu masyarakat. Salah satunya dengan menawarkan imbal hasil tinggi. Padahal tidak masuk akal dan mereka dipastikan tidak dapat izin dari regulator.
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani mengatakan investasi bodong tidak hanya 'menghantui' masyarakat di kota besar. Pengelola investasi abal-abal justru banyak mengincar mangsa di daerah pedesaan atau pinggiran kota.
Sasarannya tidak hanya orang desa dan berpendidikan rendah. Masyarakat berpendidikan tinggi hingga sekelas pejabat negara pun masih saja ada yang tertipu investasi bodong.
"Indonesia itu luas dan orang pintar juga banyak tertipu. Ketua lembaga negara saja ada yang tertipu," ucap Firdaus dalam acara diskusi OJK di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/8).
Namun Firdaus tidak menyebutkan siapa pejabat tinggi negara yang jadi korban penipuan investasi bodong. "Nama dan jabatannya saya tidak usah sebut," katanya.
Dengan maraknya investasi bodong di Indonesia, Firdaus meminta masyarakat selalu waspada dan mengadukan jika ada mekanisme investasi baru yang beredar di daerahnya.
"Kebanyakan orang tertipu ini uangnya banyak tapi pengen dapat lagi dengan mudah tanpa kerja keras. Ini kan tidak bisa. Kita dari OJK minta semua tokoh masyarakat selalu kampanyekan jangan ada investasi bodong," tegasnya.
Firdaus mengatakan, OJK sebagai regulator selalu membuka diri untuk masyarakat yang ingin mengadu atau hanya sekadar bertanya mengenai suatu investasi.
"Tanya saja ke OJK call centre. Tanyakan semua mengenai investasi," tutupnya.