Melajang diusia kepala tiga ternyata masih menimbulkan keresahan di sebagian pria metropolitan. Biasanya, kegalauan soal itu hanya ada di pikiran wanita lantaran memiliki keterbatasan masa reproduksi.
Salah satu alasan kenapa pria-pria usia matang terpaksa masih melajang adalah kesulitan finansial. Ini seperti dialami Abednego Pramudito, Abraham Victor, Adryan dan Bram.
Persahabatan empat sekawan ini semakin erat lantaran diikat oleh kesamaan nasib: menunda nikah karena modal cekak.
Singkat cerita, persoalan tersebut mendorong mereka melahirkan bisnis baru di Indonesia pada pertengahan Oktober 2014. Yaitu, pembiayaan pernikahan.
"Awalnya ide itu ketika kami masing-masing sudah berusia 30 tahun tapi belum menikah karena biaya nikah mahal. Itu ide dari obrolan nongkrong sehari-hari," ujar Abed, panggilan Abednego Pramudito, ketika dihubungi merdeka.com, kemarin.
Abed cs mendirikan PT Indonusa Bara Sejahtera dengan modal patungan Rp 220 juta. Ditambah, dua perusahaan multifinance yang memiliki bisnis pembiayaan multiguna juga tertarik terlibat dalam skema bisnis Indonusa.
Jalan bisnis ini kian terbuka lebar lantaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan aturan yang memperluas cakupan bisnis pembiayaan, pada Januari lalu.
"Kami dalam kategori pembiayaan multiguna," ungkapnya. "Kami juga dimentorin oleh CEO Tokopedia dan juga CEO Kaskus."
Hingga Maret ini, Abed cs sudah memberikan pinjaman di kisaran Rp 50 juta hingga Rp 150 juta kepada 50 nasabah. Mereka menargetkan mampu membiayai sebanyak 100 pernikahan per pekan dan ekspansi ke luar Jakarta.
"Kalau saat ini kami promosi melalui pameran-pameran. Nanti kami pameran di Mega Wedding Festival di Kemayoran pada 27-29 Maret 2015," katanya. "Promosi lainnya melalui situs resmi Wedlite.com."
Dalam jangka panjang, Abed cs berniat buka cabang di Singapura. Sebab, belum ada perusahaan pembiayaan sejenis di negeri jiran itu.