Menko Sofyan: Pabrik tutup gara-gara Chevrolet kurang peminat

Pasar mobil di Indonesia didominasi produk otomotif Jepang.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Menko Sofyan: Pabrik tutup gara-gara Chevrolet kurang peminat
Chevrolet Corvette 2015. ©2014 Wallstcheatsheet.com

General Motor (GM) bakal menutup salah satu pabriknya di Bekasi, Jawa Barat pada Juni 2015. Salah satu alasannya, pabrik yang memproduksi mobil merek Chevrolet itu tak kunjung mendapat keuntungan dari hasil bisnis di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan penutupan pabrik otomotif Chevrolet ini tidak serta merta menggambarkan kondisi investasi di Indonesia. Dalam pandangannya, pabrik milik perusahaan otomotif asal Amerika itu kalah bersaing dengan pabrikan otomotif Jepang dan Korea.

"Pasar mobil di Indonesia memang didominasi Jepang, sehingga sulit sekali bagi mobil-mobil kelas yang sama, kecuali di atasnya atau yang spesifik," ujar dia di Jakarta, Jumat (27/2) malam.

Menurutnya, tutupnya GM tidak mempengaruhi potensi investasi di Indonesia. Produsen mobil VW saja, kata dia, sudah ancang-ancang mendirikan pabrik di Indonesia. "Tutupnya GM di Indonesia bukan berarti iklim investasi di Indonesia yang salah. Itu enggak akan pengaruhi," katanya.

Sofyan melihat, penutupan pabrikan mobil Chevrolet di Indonesia tidak lepas dari persaingan bisnis otomotif yang semakin ketat. Walaupun menutup pabriknya, GM tetap berencana memasarkan produknya di Indonesia.

"Karena statement mereka, mereka enggak akan tinggalkan Indonesia, mungkin model mobil yang mereka luncurkan sekarang ini kurang laku di pasar. Tapi mereka akan memperkenalkan jenis model mobil baru, itu barangkali," kata dia.

Sebelumnya, General Motors (GM) berencana menutup pabrik sudah dioperasikan sejak 1995 di Bekasi, Jawa Barat, pada akhir Juni mendatang. Sebab,pabrikan otomotif asal Detroit, Amerika Serikat, itu tak kunjung meraup untung.

Pada 2014, GM hanya mampu menjual 10.758 kendaraan di Indonesia. Turun ketimbang tahun sebelumnya 14.971 kendaraan.

Tim Zimmerman, Presiden GM untuk Asia Tenggara, mengakui penutupan itu bakal berdampak pada pemutusan hubungan kerja sekitar 500 pekerja.

"Kami tahu keputusan ini pasti sangat mengecewakan buat pekerja di Indonesia. Namun, kami akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk membantu para pekerja," katanya seperti dikutip detroitnews.com.

Rekomendasi