Bos BI tak khawatir harga beras naik, Februari diprediksi deflasi

Kenaikan harga beras tidak akan menimbulkan gejolak karena harga daging ayam dan cabai masih terkendali.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Bos BI tak khawatir harga beras naik, Februari diprediksi deflasi
Agus Martowardojo. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengaku tidak khawatir dengan kenaikan harga beras yang terjadi beberapa hari ini. Menurutnya, kenaikan harga beras tidak akan mengerek inflasi pada Februari 2015. Agus bahkan menyebut bulan Februari bakal terjadi deflasi karena harga lainnya menurun."Saya melihat inflasi di bulan Januari yang ada deflasi, adanya penurunan dari transportasi, bumbu dan sayur memang membuat harga beras sedikit meningkat. Tapi ini membuat satu bulan ini akan ada deflasi," ucap Agus di Jakarta, Rabu (25/2).Kenaikan harga beras tidak akan menimbulkan gejolak karena harga daging ayam, cabai dan bahan pokok lainnya masih terkendali. Namun demikian, Agus berharap pemerintah terkait bisa segera menurunkan harga beras."Itu jadi perhatian dan kita sambut baik bahwa pemerintah sudah mengidentifikasi ini dan ada suplai dari Bulog ada limpahan 300 ribu ton, ini membuat harga beras terkendali nantinya," katanya.Menurut Agus, pada bulan depan hingga April mendatang Indonesia akan memasuki masa panen raya. Harga beras dipastikan akan turun karena suplai beras yang melimpah. "Akan adanya panen besar kalau di Maret dan April panen raya akan membuat suplai besar. Pemerintah pusat akan koordinasi dengan pemerintah daerah," tegasnya.

Rekomendasi