Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengingatkan PT Pertamina untuk memperkuat diri sebelum perusahaan asing diperbolehkan menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Hal ini tentu menjadi tantangan untuk Pertamina bersaing dengan Shell, Total dan lain sebagainya."Tugas menyalurkan BBM subsidi memang rugi. Sebelum pasar dibuka, Pertamina harus dikuatkan dulu," ucap Sudirman di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).Maka dari itu, Sudirman berharap tambahan margin Pertamina dapat dikabulkan DPR. Saat ini margin penyaluran BBM untuk Pertamina cuma Rp 54 per liter. Tambahan margin dibutuhkan untuk proyek penambahan aset perseroan ke depan. "Diantaranya untuk biaya tambahan tangki dan lain-lain," tegasnya.Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto mengakui keuntungan Pertamina saat ini masih kecil. Bahkan, keuntungan Pertamina masih lebih kecil dibanding keuntungan pihak SPBU dalam menyalurkan BBM bersubsidi."Margin Pertamina Rp 54 per liter. Margin SPBU Rp 270 perliter, jadi margin Pertamina lebih kecil dari SPBU, dengan harga dasar," tutupnya.
ESDM peringatkan Pertamina ancaman SPBU asing kuasai bisnis Premium
Sudirman berharap tambahan margin Pertamina dapat dikabulkan DPR.
Rekomendasi