Usai dibeli J Trust, Bank Mutiara tambah modal Rp 300 miliar

Penambahan modal dari J Trust diyakini dapat menopang rencana pengembangan bisnis perusahaan ke segmen UMKM.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Usai dibeli J Trust, Bank Mutiara tambah modal Rp 300 miliar
Bank Mutiara. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Untuk pertama kalinya setelah dicaplok J Trust, Bank Mutiara menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Salah satu keputusan RUPS, memperkuat permodalan perusahaan sebesar Rp 300 miliar melalui mekanisme penerbitan saham baru.

"Meningkatnya permodalan Bank Mutiara dapat menopang kegiatan bisnis perusahaan untuk tengah fokus mempersiapkan rencana pengembangan bisnis ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan consumer finance," ujar Direktur Utama Bank Mutiara Ahmad Fajar usai RUPS Bank Mutiara di Gedung IFC, Jakarta, Selasa (30/12).

Dia menjelaskan, perusahaan mempersiapkan pelbagai infrastruktur pendukung untuk pengembangan bisnis consumer finance dan UMKM. Semisal, penerapan aplikasi system information technology yang modern, melakukan penyempurnaan organisasi dan penguatan kewenangan kantor cabang, penajaman manajemen risiko dan praktik GCG, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sumber pendanaan salah satunya dari pemegang saham saat ini yakni J Trust. "Penambahan modal dari J Trust dapat menopang rencana pengembangan bisnis perusahaan ke segmen UMKM. Kami juga mendukung program financial inclusion yang dicanangkan pemerintah dalam mengembangkan potensi bisnis di sektor usaha mikro," jelas dia.

Pengembangan bisnis ke segmen consumer finance dan UMKM, merupakan strategi perseroan meningkatkan kualitas portofolio kredit serta mendapatkan potensi bisnis yang menguntungkan.

Selain itu, potensi bisnis di segmen UMKM masih sangat besar. Di mana dari total 52 juta pelaku usaha UMKM di Indonesia, sebanyak 80 persen belum tersentuh oleh layanan perbankan.

"Kami optimis dengan komitmen J Trust sebagai pemilik baru dapat mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta meningkatkan kinerja perusahaan," ungkapnya.

Selain itu, dalam RUPS juga menetapkan direksi dan komisaris baru Bank Mutiara. Beberapa di antaranya adalah orang Jepang.

Direktur Utama : Ahmad Fajar

Direktur : Felix Istyono Hartadi Tiono

Direktur : Laksmi Mustikaningrat

Direktur : Yoshio Hirako

Direktur : Eihito Tamura

Komisaris Utama : Nobiru Adachi

Wakil Komisaris Utama : Sigid Moerkardjono

Rekomendasi