Akademisi Rhenald Kasali angkat bicara terkait mahalnya harga bahan bakar pesawat atau avtur di Indonesia. Menurut Rhenald, hal ini terjadi karena bobroknya kualitas kilang minyak Indonesia.Dia menyebut kilang di Tanah Air hanya mampu produksi minyak sekelas minyak tanah. "Avtur itu mahal karena kita tidak bangun kilang bertahun-tahun. Sekarang teknologi sudah tinggi," kata Rhenald dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Rabu (10/12).Rhenald mengakui, untuk melakukan peningkatan kualitas kilang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun harus tetap dilakukan. Pasalnya, semakin tinggi kualitas kilang, maka akan menghasilkan minyak kelas tinggi dan membuat harga efisien."Kilang kita cuma bisa hasilkan minyak tanah. Padahal, investasi murah waktu itu," tutupnya singkat.Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) bakal meningkatkan kapasitas lima kilang minyak di Tanah Air. Untuk itu, Perusahaan energi pelat merah tersebut menggandeng tiga perusahaan minyak dan gas bumi asing.Yaitu Saudi Aramco, JX Nippon Oil & Energy Corporation dan China Petroleum & Chemical Corporation (Sinopec)."Kami menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan 3 parter yang merupakan global player di migas dalam rangka melakukan peningkatan kapasitas kilang," ucap Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Jakarta.Di masa awal memimpin Pertamina, Dwi memang menegaskan bakal memprioritaskan peningkatan kapasitas kilang minyak perseroan.Tak tanggung-tanggung, investasi yang dibutuhkan mencapai sekitar USD 25 miliar untuk sepuluh tahun ke depan.Sesuai kesepakatan, Saudi Aramco akan menggarap kilang di Dumai, Cilacap dan Balongan. Kemudian, Sinopec di kilang Plaju, dan JX Nippon Oil & Energy dijatah kilang Balikpapan.Diperkirakan, proyek peningkatan kapasitas kilang baru bisa dimulai enam bulan lagi. Targetnya, kapasitas pengolahan lima kilang minyak itu bisa mencapai 1,6 juta barel per hari dalam empat tahun ke depan. Meningkat ketimbang saat ini, hanya 850 ribu bph.
Avtur mahal karena kilang Indonesia cuma bisa buat minyak tanah
Kondisi kekinian kilang Indonesia dinilai sudah bobrok untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Rekomendasi