DPR tolak pengalihan bisnis gas Pertamina ke PGN

Pemain tunggal dalam industri gas hilir rentan membentuk pasar monopolistik.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
DPR tolak pengalihan bisnis gas Pertamina ke PGN
pipas gas. shutterstock

Pemerintah berencana mengalihkan bisnis pengelolaan gas PT Pertamina (Persero) ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Pasalnya, Pertamina diminta untuk fokus dalam meningkatkan ketahanan energi nasional.Namun, Anggota Komisi VII DPR RI Bobby Rizaldi mengatakan rencana pemerintah tersebut harus dikaji kembali. Lantaran, kedua BUMN tersebut telah memiliki pasarnya masing-masing."Ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan oleh Pemerintah. Pertama, ada 2 BUMN yang sudah mempunyai infrastruktur jaringan dan distribusi masing-masing sekaligus memiliki pasarnya," ujar dia saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (10/12).Lalu, kata Bobby, kedua BUMN tersebut memiliki sumber gas yang berbeda-beda dan tidak efisien apabila disatukan karena perbedaan struktur biaya.Ketiga, lanjut dia, pemain tunggal dalam industri gas hilir rentan membentuk pasar monopolistik, di mana nantinya akan membuat konsumen kehilangan opsi yang kompetitif dan melanggar Undang Undang persaingan usaha."Sebagai langkah awal, sebaiknya Pertamina dan PGN bikin konsorsium saja melalui anak perusahaan masing-masing. Jika nanti konsep bisnisnya sudah jelas, maka ini bisa dilanjutkan," pungkas dia.

Rekomendasi