Coca Cola Indonesia janjikan tambahan investasi Rp 6,1 triliun

Pemerintahan yang baru di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan menciptakan iklim investasi kondusif.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Coca Cola Indonesia janjikan tambahan investasi Rp 6,1 triliun
Coca Cola. ©Reuters

Siang ini, Kamis (13/11) Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan PT Coca Cola Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, pihak Coca Cola menyampaikan rencananya investasi sebesar USD 500 juta atau sekitar Rp 6,1 triliun untuk 3-4 tahun ke depan.

"Kami akan menambah investasi di Indonesia dalam 3-4 tahun ke depan sebesar USD 500 juta," ujar Humas public affair and community manager PT Coca Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Kamis (13/11).

PT Coca Cola Indonesia telah mempunyai sekitar 10 pabrik yang tersebar di Indonesia. Dengan total pekerja sekitar 8.000 hingga 9.000 orang. Triyono menuturkan, saban tahun Coca Cola Indonesia konsisten menanamkan modal di dalam negeri.

"Kita tiap tahun biasanya kita investasi USD 300 juta. Itu dari sisi marketing, kemampuan manusianya. Itu rutin. Nah investasi USD 500 juta ini tambahan," jelas Triyono.

Pemerintahan yang baru di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan menciptakan iklim investasi kondusif. Itu bisa dilihat dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Artinya dari sisi pemerintahan, kita harapkan bahwa peraturan atau kebijakan yang dikeluarkan bisa mendukung produksi dalam negeri," paparnya.

Tidak hanya itu, pengusaha juga berharap pembenahan infrastruktur tidak hanya sekadar janji manis. Termasuk infrastruktur pendukung industri manufaktur untuk pendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan adanya pembenahan terhadap industri manufaktur, kata Triyono, bisa mendukung daya beli konsumen.

"Sehingga meningkatkan daya beli dan membawa kemampuan bagi masyarakat untuk bisa mengonsumsi produk-produk dalam negeri yang berkualitas tinggi," tandasnya.

Rekomendasi