JK: Bangunan megah tidak dinikmati rakyat kecil

Pengembangan properti yang mewah, dinilai tidak ada artinya jika terjadi kesenjangan sosial.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
JK: Bangunan megah tidak dinikmati rakyat kecil
Normalisasi Waduk Melati. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sebentar lagi menduduki jabatan lamannya, bersama Presiden terpilih Joko Widodo berkelakar, jika Indonesia seringkali gagal dalam menawarkan diri menjadi tuan rumah perhelatan sepak bola dunia, karena kurangnya lahan. Banyak lahan kosong, justru dibangun properti dibanding untuk ruang terbuka.

"Kenapa Indonesia susah nembus piala dunia dan kalah dalam sepakbola? Itu karena banyak orang-orang Indonesia tidak dapat lahan untuk berlari, lapangan sudah tidak ada lagi karena sudah dibangun bangunan,"kata Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (28/8).

Di hadapan pengusaha perumahan, Jusuf Kalla sempat menyindir jika pembangunan properti yang bagus, tidak akan ada artinya jika terjadi kesenjangan sosial di masyarakat. Menurutnya, banyak warga kelas menengah ke bawah yang tidak dapat menikmati bangunan properti megah tersebut. "Tidak ada negeri yang maju tanpa kemajuan yang baik, tidak ada negeri tanpa kedamaian dan penghijauan."

Dia menyebutkan dahulu banyak yang mencibir jika ada warga tinggal di pemukiman tinggi. Hal ini berbeda dengan kondisi saat ini yang berbondong-bondong tinggal di apartemen. "Kalau kita berbicara bahwa tidak ada cara lain mengharuskan orang hidup di tanah yang terbatas. Hal ini karena perubahan kultur," katanya.

Rekomendasi