BEI sebut kondisi ekonomi nasional agak genting

BEI berharap pemerintahan baru bisa menjaga stabilitas politik dan sosial di dalam negeri demi iklim investasi.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
BEI sebut kondisi ekonomi nasional agak genting
Penukaran dolar meningkat. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Situasi ekonomi nasional saat ini masih dalam kategori tidak stabil. Salah satunya karena gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Situasi ekonomi saat ini yang agak genting karena nilai tukar," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito saat acara Halal bi Halal dan Workshop antara SRO dengan Anggota Bursa, Bank Kustodian dan Emiten dengan tema "Economic Outlook Pasca Pemilu 2014," di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Senin (18/8).

Pihaknya berharap pemerintahan baru bisa membuat kondisi perekonomian nasional menjadi lebih baik. Salah satunya dengan menjaga stabilitas politik dan sosial di dalam negeri. Dengan begitu investor akan lebih nyaman dan merasa aman berinvestasi. Sebab, faktor keamanan sangat penting, di samping perlunya intensif.

"Orang Mengalir ke tempat keuntungan yang diperoleh," kata dia.

Sebelumnya, usai pemilihan umum (Pemilu) baik legislatif maupun presiden, kondisi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih dalam keadaan baik. Hal ini, dikarenakan didukung kondisi fundamental perekonomian Indonesia yang kuat.

"Pengamatan kami 6 bulan setelah pemilu selalu membaik, capital market mesem-mesem, kalau buat perbankan tidak terlalu terasa efek pemilu," ujar Direktur Utama PT Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin.

Budi mengatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini lebih stabil dibandingkan pada pemilu sebelumnya. Saat itu, dia mengaku Indonesia mengalami krisis ekonomi. Meskipun Indonesia beberapa kali mengalami hantaman krisis ekonomi, namun hingga saat ini ekonomi Indonesia tetap tumbuh.

"Negara kita unfortunately sering, volatilitas tinggi. Tapi tidak ada negara sesering krisis seperti kita kemudian bisa survive," kata dia.

Rekomendasi