BEI dorong nasabah perbankan jadi investor pasar modal

Perbankan terus didorong untuk melayani transaksi pasar modal.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
BEI dorong nasabah perbankan jadi investor pasar modal
bursa. Merdeka.com

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito mendorong sektor perbankan dan pasar modal Indonesia untuk mempererat kerja sama yang sudah terjalin sejak lama. Kerja sama ini berbentuk sinergi pemanfaatan pasar sehingga bisa menambah jumlah nasabah atau investor.

Menurut Ito, saat ini sudah banyak perbankan yang menawarkan jasa capital service pasar modal. Peran serta perbankan yang memberikan pelayanan pasar modal cukup menarik nasabah perbankan untuk bergabung ke pasar modal.

"Tentu saja sinergi perbankan diarahkan pada market happening, misalnya pertambahan jumlah nasabah kemudian masuknya bank perbankan ke bisnis pasar modal misalnya bank pembayar. Pada saatnya nanti bisa menambah jumlah investor, dalam arti nasabah perbankan akan memiliki akses lebih tinggi dalam transaksi pasar modal termasuk investasi pasar modal," ujar Ito di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (15/7).

Selama ini kerja sama sektor perbankan dan pasar modal sudah terjalin di mana bank berperan sebagai distributor atau agen penjualan reksadana. Peran perbankan diakui juga tidak mengganggu para broker, pasalnya broker menggunakan jasa bank dalam mengatur arus lalu lintas transaksi uang.

"Transaksi keuangan pasti lewat perbankan tidak bisa tidak. Jadi broker tidak akan bisa lepas dari bank. Bank tidak bisa memberikan jasa sebagai pialang efek. Untuk berdagang di saham kan harus tercatat di bursa, kalau bank kan engak bisa," tegasnya.

Ito menambahkan dalam hal ini, sudah ada 5 bank berperan sebagai bank pembayar yang tercatat di PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kelima bank tersebut melayani broker di seluruh Indonesia. "Bank pembayar di KSEI sudah ada, ada lima dan itu melayani seluruh broker di Indonesia," tutupnya.

Rekomendasi