Terminal gas terapung atau Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung bakal segera menerima pasokan perdana satu kargo gas alam cair (LNG) dengan volume 3.320.000 MMBTU dari Blok Tangguh. Pasalnya, pada 1 Juli lalu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyetujui penandatanganan Master FOB-LNG Sale and Purchase Agreement dan Confirmation Notice antara Tangguh LNG dan PT PGN LNG, anak usaha Perusahaan Gas Negara (PGN).
“Ini adalah bentuk komitmen industri hulu migas untuk memenuhi kebutuhan gas domestik. Pada 2014, alokasi gas bumi domestik telah mencapai 54 persen dari total produksi yang ada,” ujar Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas Johannes Widjonarko, dalam siaran pers, Minggu (6/7).
Rencananya, FSRU lampung akan menerima pasokan lima kargo LNG tahun ini. Kemudian bertambah menjadi 14 kargo pada tahun mendatang.
“Dari FSRU Lampung ini, gas bumi selanjutnya akan dipasok untuk sektor kelistrikan dan industri di Jawa Barat yang terkoneksi melalui pipa South Sumatera West Java (SSWJ). Nantinya pemanfaatan gas dari FSRU Lampung ini juga akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di Sumatera,” ujar Widjonarko.
Selain FSRU Lampung, Blok Tangguh juga sudah memasok LNG untuk PT Pupuk Iskandar Muda. Dari empat kargo yang direncanakan tahun ini, BUMN pupuk itu sudah menerima dua kargo LNG.
“SKK Migas akan terus berusaha memaksimalkan pemenuhan gas bumi untuk kebutuhan domestik, yaitu untuk sektor-sektor yang membutuhkan, terutama untuk kelistrikan,” ujar Widjonarko.