Beredarnya informasi pembelian saham pemborongan saham, yang dilakukan oleh investor dengan menggunakan nama Tanoesoedibjo Prabowo - Hatta. Menurut perusahaan, disinyalir ada pembajakan sistem di Bloomberg. Bloomberg mengakui ada kesalahan sistem internalnya.
"Dikarenakan sebuah kesalahan, penyebutan nama Hary Tanoesoedibjo pada terminal dan situs Bloomberg secara tidak sengaja tergabung nama-nama lain dan terbaca sebagai Prabowo-Hatta Hary Tanoesoedibjo," ujar Debbie Liew dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (20/6).
Bloomberg menyadari bahwa kesalahan ini telah disebutkan dalam pelaporan berita-berita sebagai dasar menyarankan hubungan investor dalam perusahaan-perusahaan atau saham antar kandidat pemilihan umum tertentu dan Hary Tanoesoedibjo.
"Bloomberg tidak bermaksud untuk menyarankan maupun memiliki alasan untuk mencapai adanya hubungan tersebut. Kesalahan ini telah diperbaiki dan Bloomberg memohon maaf atas kekeliruan yang terjadi," katanya.
PT MNC Investama membantah beredarnya kabar adanya pemborongan saham, yang dilakukan oleh investor dengan menggunakan nama Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta. Menurut perusahaan, disinyalir ada pembajakan sistem di Bloomberg.
"PT MNC Investama Tbk dengan kode saham BHIT, tidak mengetahui transaksi dari investor yang tercatat sebagai ’Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta’," tulis Direktur Group Corporate Secretary Arya Sinulingga dalam surat bantahan yang dikirim pada merdeka.com, Jumat (20/6).