Indonesia kini masuk jajaran negara dengan pendapatan menengah bertumpu pada potensi melimpahnya sumber daya alam. Ekonomi Indonesia cukup sukses tumbuh positif di saat ekonomi negara maju mengalami perlambatan.
CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo menyebut, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tinggi atau di atas 5 persen, tapi kenyataannya tidak menyentuh dan tak berpengaruh pada rakyat miskin. Pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan masyarakat kelas menengah dan atas.
"Pertumbuhan Indonesia hanya ditopang sektor swasta dan pemerintah padahal bisa lebih lagi kemampuan lagi. Dengan swasta dominan jadi pertumbuhan kurang menyentuh masyarakat. Menengah ke atas lah yang merasakan," ucap pria yang biasa dipanggil HT ini di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (9/6) malam.
Hary Tanoe meyakini, jika pemerintah bekerja lebih optimal mengejar pertumbuhan, Indonesia akan lebih maju. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan sanggup menyentuh level 9 persen. "Perspektif saya itu bisa saja dan itu mungkin," tegasnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang sebesar 8-9 persen, diperkirakan pada kurun waktu 10 tahun ke depan pertumbuhan per kapita Indonesia bisa mencapai USD 11.000-12.000.