Penggunaan gas bisa hemat Rp 900 miliar dari konsumsi BBM

Gas Indonesia selama ini justru banyak diekspor karena di dalam negeri belum ada infrastruktur.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Penggunaan gas bisa hemat Rp 900 miliar dari konsumsi BBM
Penggunaan gas bisa hemat Rp 900 miliar dari konsumsi BBM

Perusahaan Gas Negara (PGN) secara tidak langsung menyatakan ikut berperan menghemat anggaran negara. Sebab, pemanfaatan gas disebut-sebut berhasil menghemat Rp 900 miliar biaya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) per tahun.

Karena itu perseroan gencar menggenjot pasokan gas salah satunya pembangunan FSRU Lampung. Kepala Humas PGN Ridha Ababil mengatakan, konsumsi gas yang masih rendah di Indonesia disebabkan rendahnya kuantitas kepemilikan infrastruktur.

"Gas Indonesia selama ini justru banyak diekspor karena di dalam negeri belum ada infrastruktur," ujarnya saat ditemui di Cilegon, Banten, Jumat (9/5) malam.

Dia menuturkan, pembuatan FSRU Lampung yang menelan biaya USD 250 juta ini, bertujuan menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui ketahanan energi. Indonesia perlu mulai memaksimalkan sumber energi baru dan tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) yang justru lebih mahal.

"Bayangkan jika uang yang dihabiskan untuk impor bisa diberikan kepada penduduk Indonesia, pasti efeknya positif," tuturnya.

Gas FSRU Lampung ini, tambahnya, akan disalurkan melalui pipa distribusi Lampung untuk berbagai sektor mulai dari listrik, UKM, rumah tangga, dan transportasi.

Dia mencontohkan, kebutuhan gas bumi di Lampung sekitar 30 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Di mana satu MMSCFD gas bumi setara dengan 28.000 liter BBM per hari, dan dapat digunakan untuk kebutuhan pembangkit dengan kapasitas setara 4-5 MW.

"Semoga pemerintah bisa menetapkan harga kompetitif untuk gas bumi. Sehingga daya saing nasional bisa terangkat," jelasnya.

Rekomendasi