Presiden baru diharapkan dapat membuat investor yakin menambah sahamnya di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bisa menembus level 5.500 hingga akhir tahun.
Analis Mandiri Sekuritas, John Rachmat menuturkan, pencalonan diri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi sangat direspon positif oleh pasar sehingga membuat indeks menguat hingga 3,23 persen.
"Saya tidak sebut namanya, tapi saya sebut jika kandidat A (Jokowi) terpilih, maka IHSG dapat menjadi bull case (baik) di level 5.550," ujarnya saat acara 'Media Update Mandiri Sekuritas' di Restoran Merah Delima, Jakarta, Senin (17/3).
Dalam pandangannya, Jokowi memiliki kemampuan yang baik dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya lantaran cukup baik saat menjabat Wali Kota Solo. Bukan itu saja, para investor juga menyakini jika Jokowi bisa membawa angin segar di pasar modal.
"Jika kandidat A terpilih maka pertumbuhan ekonomi juga akan membaik, diperkirakan mencapai 6 persen. Dengan didukung konsumsi domestik positif, investasi meningkat dan ekspor yang tumbuh," jelas dia.
Dia menjelaskan, jika Jokowi tidak terpilih dan kandidat B yang menjadi presiden, maka diperkirakan indeks akan kembali ke level 4.550 dan pertumbuhan ekonomi di angka 5,6 persen. Sedangkan jika terpilih kandidat C maka akan lebih melambat, dimana IHSG di level 4.000 dengan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen.
"Kandidat C ini memiliki sifat yang proteksionis, sehingga investasi asing yang masuk ke Indonesia akan menurun," ungkapnya.