PT Bumi Serpong Damai Tbk mengakui pertumbuhan bisnisnya terhambat lantaran kebijakan Bank Indonesia memerketat aturan pembelian rumah kedua. Indikasinya, perusahaan pengembang properti itu hanya berani menetapkan target pra-penjualan hunian sebesar Rp 3,09 triliun tahun ini.
Lebih rendah 20 persen ketimbang realisasi pra-penjualan hunian tahun lalu sebesar Rp 3,87 triliun.
Direktur dan Sekretaris BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, segmen hunian masih menyumbang sebanyak 72 persen dari total pra-penjualan tahun lalu sebesar Rp 7,35 triliun.
"Tahun ini, LTV juga menjadi salah satu faktor penghambat kinerja perseroan sehingga target pra-penjualan tahun ini hanya Rp 3,09 triliun atau sekitar 52 persen dari total pra-penjualan pada tahun ini sebesar Rp 6 triliun," ujarnya usai acara 'Media briefing Sinar Mas Land dan PT Bumi Serpong Damai Tbk - Outlook 2014', Jakarta, Senin (10/3).
Untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan, BSDE berniat untuk meluncurkan proyek perumahan dengan ukuran lebih kecil dibanding luasan pada umumnya. Selain itu, perseroan juga akan menggenjot penjualan untuk segmen komersial guna mengimbangi penurunan target dari segmen hunian.
Perusahaan menetapkan target pra-penjualan segmen komersial sekitar Rp 2,9 triliun.
"Proyeksi penjualan dari segmen ini meningkat 20 persen jika dibandingkan realisasi penjualan pada tahun lalu sekitar Rp 1,52 triliun atau 28 persen dari total realisasi pra penjualan pada tahun lalu," jelas dia.