Pemerintah Indonesia tengah menyelesaikan perundingan perdagangan bebas antara Indonesia dengan Korea Selatan. Melalui perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), pemerintah berharap investasi Korea semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Meski begitu, Menteri Perindustrian MS Hidayat tidak menampik bahwa Korea Selatan akan sangat kesulitan masuk apalagi mencoba menguasai sektor otomotif di Indonesia. Alasannya jelas, 90 persen pasar otomotif Indonesia telah dikuasai Jepang.
"Otomotif Korea di Indonesia itu cuma 2 persen market segmennya. Sekarang didominasi Jepang 90 persen. Jadi kalau dia berfikir tidak investasi otomotif, tentu kita bisa mengerti," ujar Hidayat, di kantornya, Jakarta, Senin (10/3).
Dalam hal investasi di sektor otomotif, Hidayat memaklumi jika investor Korea akan banyak menghitung untung-rugi. Menyadari hal itu, pemerintah tidak akan memaksa Korea untuk investasi di sektor otomotif.
"Kan kita tidak bisa memaksakan satu jenis investasi yang prospeknya buat dia jelek dan tidak bermanfaat," tegasnya.
Mantan Ketua Umum Kadin ini berharap, Korea bisa masuk ke industri elektronik, petrochemical, baja, serta hilirisasi mineral tambang. Sementara itu, industri alutsista atau pertahanan juga diharapkan tumbuh dari kerja sama IK-CEPA antara Indonesia-Korea Selatan.