Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, mengungkapkan antisipasi banjir tidak cukup hanya membuat waduk, drainase dan gorong-gorong saja. Namun, harus diikuti dengan perilaku manusia untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tinggal di pemukiman bantaran sungai."Membuat saluran dan tanggul tanpa diimbangi perbuatan struktural maka percuma," ujar Menteri PU, Djoko Kirmanto, saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/2).Menurutnya, banjir tidak hanya terjadi di Jakarta saja tetapi seluruh Indonesia. Sedangkan, tanah resapan air berkurang karena banyak dibangun gedung dan tempat parkir.Selain itu, sungai juga menjadi dangkal karena adanya erosi tanah akibat hujan. "Dari hujan membawa erosi tanah menambah dangkal, membuang sampah ke kali, pemukiman di samping kali," jelasnya.Sementara itu, ketua komisi V DPR, Laurens Bahang Dama menyatakan antisipasi banjir harus dilakukan dari hulu ke hilir. Maka dari itu diperlukan koordinasi antara Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PU untuk menyelesaikan masalah ini.Perbaikan hilir, lanjutnya, adalah normalisasi sungai hingga pembangunan waduk baru dan perbaikan hulu ialah dengan penghijauan kembali.Pihaknya mendesak Kementerian PU mengoptimalkan realisasi anggaran agar semua permasalahan dapat diminimalisir dampaknya.
Menteri PU sebut antisipasi banjir dengan bangun waduk sia-sia
Pembangunan infrastruktur tanpa diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam antisipasi banjir bakal percuma.
Rekomendasi