Pencurian minyak mentah Pertamina diduga libatkan oknum polisi

"Ini namanya sabotase terhadap aset negara sehingga diperlukan langkah-langkah yang lebih progresif,"

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Pencurian minyak mentah Pertamina diduga libatkan oknum polisi
Pipa minyak. shutterstock

Kejadian pencurian minyak mentah milik Pertamina EP di jalur Tempino-Plaju diduga melibatkan oknum kepolisian. Pasalnya pencurian tersebut telah terjadi berulang-ulang kali serta terorganisasi. Pencurian minyak ini adalah akibat dari illegal tapping yang dilakukan warga sekitar dan menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 290 miliar.

"Sepertinya pencurian ini sudah bersifat terstruktur, massif dan terorganisir. Ini namanya sabotase terhadap aset negara sehingga diperlukan langkah-langkah yang lebih progresif dan berani melawan mafia pencurian dan penadahnya yang melibatkan oknum masyarakat dan di-back up oleh oknum aparat,"ujar Public Relation Manager Pertamina EP Agus Amperianto, di Jakarta, Minggu (28/7).

Pertamina EP telah menghentikan pengiriman minyak mentah dari Pusat Penampungan Produksi (PPP) Tempino sejak tanggal 24 Juli lalu. Selain kerugian negara, perbuatan illegal tapping tersebut juga mengancam ketahan energi di Sumatera Selatan akibat kilang kekurangan pasokan minyak mentah.

Agus menegaskan saat ini jalur Bentayan menuju Plaju juga turut dilakukan pemberhentian pemompaan yang disebabkan kondisi semua sumur di Bentayan Ramba tidak dapat dapat lagi beroperasi sehingga harus ditutup. Padahal, sumur tersebut membutuhkan minyak kondensat dari ConocoPhilips untuk mencampu minyak berat dari sumur Bentayan.

"Hal ini diakibatkan pipa penyalur kondensat dari ConocoPhillip juga dilubangi dan dicuri minyak kondensatnya. Dengan demikian rate pemompaan minyak baik dari Tempino maupun Bentayan ke kilang Plaju sudah tidak mengalir mencapai rata-rata 12.000 barel per hari. Kondisi ini akan mengurangi pasokan minyak mentah ke kilang Plaju dan menimbulkan ancaman krisis BBM di Sumatera Selatan apabila Kilang Plaju tidak beroperasi secara penuh," jelas dia.

Pertamina EP akan terus melakukan aksi stop pemompaan sampai kondisi jalur pipa Tempino-Plaju kondusif. Bahkan, saat ini ada beberapa sumur yang terpaksa dimatikan karena tidak adanya pasokan kondensat dari ConocoPhilip yang jalur pipanya juga bocor akibat pencurian.

"Semestinya negara tidak boleh kalah dengan pencuri dan mafia. Masyarakat harus berani melaporkan dan melawan apabila aparat tidak segera bertindak untuk memperbaiki keadaan," tutupnya.

Rekomendasi