Dahlan: Jika DPR tak setuju hapus utang, Merpati harus berakhir

Dahlan usul menghapus utang Merpati dan mengalihkannya menjadi saham

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Dahlan: Jika DPR tak setuju hapus utang, Merpati harus berakhir
Merpati Airlines. Merdeka.com/Arie Basuki

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan, hanya ada satu solusi untuk menyelamatkan maskapai nasional Merpati Nusantara Airlines (MNA) dari keterpurukan. Menurut Dahlan, yang bisa dilakukan adalah merestrukturisasi atau menghapus utang dengan pola mengalihkan utang menjadi saham.

Dahlan mengatakan akan segera meminta izin ke DPR untuk melakukan restrukturisasi utang. Jika seandainya DPR tidak merestui, Dahlan menyebut tidak ada jalan keluar untuk Merpati.

"Kalau memang kira kira DPR tidak menyetujui apakah dimungkinkan cari jalan lain atau kalau memang kira kira jalan keluar tidak ada ya harus berakhir (Merpati), tinggal cara berakhirnya saja," jelas Dahlan di RSPP, Jakarta, Selasa (9/4).

Saat ini, Merpati mempunyai total utang sekitar Rp 6 triliun dan sudah termasuk dengan SLA. Kondisi ini yang membuat Merpati sulit terbang tinggi dan kalah dalam persaingan dengan maskapai penerbangan lain. Dahlan tidak mengambil opsi menyelamatkan Merpati dengan menggabungkan bersama maskapai Garuda Indonesia.

"Kita cari jalan dan jika Merpati di bawah Garuda, ini memberatkan Garuda. Kemarin saya minta waktu dengan komisi VI mengalihkan utang menjadi saham," jelasnya.

Dahlan mengaku telah meminta anak buahnya menyusun bahan restrukturisasi kalau jika DPR menyetujui rencana tersebut. Pihaknya berharap ada lampu hijau dari DPR. "Kita menunggu green light untuk mengubah seluruh utang jadi saham dan sekarang kita beri manajemen sekarang kesempatan," jelasnya.

Rekomendasi