Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta enggan berkomentar terkait kerusakan radar atau Air Traffic Control (ATS) yang terjadi pada Jumat (8/2) malam dan mengakibatkan puluhan penerbangan mengalami penundaan.
Sekretaris perusahaan PT Angkasa Pura II Trisno Heriyadi mengatakan, pihaknya sudah tidak ingin lagi mengomentari permasalahan yang ada di bagian radar atau ATS Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Menurutnya, ATC sudah bukan bagian dari wewenangnya. Sebab, saat ini sudah ada perum navigasi atau Lembaga Pelayanan Penerbangan Navigasi Indonesia yang baru saja dibentuk oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan.
"Karena kita sudah berpisah, kami sudah tidak lagi menyatu. ATC bukan lagi bagian dari kami," ujar Trisno Hariyadi ketika dikonfirmasi Minggu (20/2).
Yang berada di bawah wewenang PT Angkasa Pura II adalah karyawan ATC. "Saat ini sedang dalam proses peralihan, baik aset maupun karyawan sudah dalam proses," terangnya.
Sementara itu, General Manager ATC Bandara Internasional Soekarno-Hatta Budi Hendro mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab rusaknya sistem ATS hingga sempat down selama satu jam lebih.
Selain itu, Budi mengaku tidak berwenang menjelaskan kerusakan sistem pada ATC. Sebab, saat ini ATC berada di bawah tanggung jawab Air Navigation Indonesia atau Perum Navigasi.
"Langsung oleh mereka ditangani saat ini, bukan lagi bagian dari kita (Angkasa Pura II)," terangnya.
Seperti diketahui, sistem ATC di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (8/2) lalu sekitar pukul 16.07-17.20 WIB bermasalah. Akibat masalah tersebut, 30 pesawat terpaksa sengaja ditunda (delay).