Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengaku prioritas kerjanya di awal 2013 adalah mengawal perbaikan sistem radar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Radar bandara tersibuk di Indonesia itu sempat mati pada pertengahan Desember tahun lalu dan mengacaukan banyak penerbangan.
Dia pun menyatakan alat Uninterruptible Power Supply (UPS) baru sudah didatangkan dari Jerman. Karena itu, dia ingin PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara harus menyelesaikan perbaikan radar itu awal tahun ini.
"Kalau Soekarno Hatta 2013 jangan tanya soal radar harus selesai, awal tahun ini harus terpasang semuanya dengan layer-layernya, lapisannya, jangan sampai terjadi seperti kemarin (mati). Angkasa Pura saya minta serius," ujarnya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (2/1).
Pembelian alat itu sudah tuntas dilakukan. Menhub menjamin bulan ini Angkasa Pura sudah akan menerima alat penyuplai listrik tersebut. Namun Mangindaan mengaku lupa berapa harga produk buatan Jerman itu. "Barangnya sudah jalan (ke Indonesia)," cetusnya.
Menhub yakin UPS ini akan menjadi solusi sistem kelistrikan radar Soekarno-Hatta. Dari kajian timnya, sistem lama tidak menerapkan jaringan paralel, sehingga kesulitan diperbaiki ketika terganggu.
"Listrik mati karena (jaringan lama) tidak paralel yang main seri. Dengan datang (UPS) yang baru dan lebih canggih sehingga lebih teratasi masalah itu," tegasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (16/12), radar Soekarno-Hatta tidak berfungsi lantaran suplai listriknya mati. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.55 sampai 17.10 WIB.
Akibatnya puluhan penerbangan dari dan menuju Bandara Soetta menjadi terhambat.