PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan pertama, saham BSSR turun 2,26 persen dari 1.950 ke 1.900, dengan frekuensi transaksi 61 kali, volume transaksi 3.000 lot yang bernilai transaksi Rp 3 miliar.
Dalam Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan, BSSR menawarkan saham 261 juta saham atau 10 persen dari modal yang disetorkan penuh. Total dana yang diraih dari hasil penawaran saham perdana sekitar Rp 509,92 miliar.
"Ini merupakan emiten ke 20 sepanjang perdagangan BEI," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di BEI, Kamis (8/11).
Dana yang diperoleh dari penawaran saham perdana akan digunakan untuk modal di anak perusahaan AGM sebesar 47,9 persen atau Rp 235,9 miliar. Tambahan modal untuk BSSR sebesar 10,1 persen atau sekitar Rp 50 miliar. Dana yang dikumpulkan juga untuk membayar utang bank sebesar 33,6 persen atau sekitar USD 18 juta serta keperluan modal kerja sebesar 8,4 persen atau sekitar Rp 41,6 miliar.
Direktur Utama BSSR Henry Angkasa mengatakan, dalam penawaran perdana saham ini, pihaknya akan menunjuk CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin emisi efek perseroan.
Sebagai informasi, BSSR merupakan produsen batubara thermal dengan lokasi pertambangan batubara di Kalimantan Timur dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP).