Terbang perdana, Pacific Royale hanya targetkan 35 penumpang

Maskapai ini akan menggunakan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta-Cengkareng sebagai basis operasinya di Jakarta.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Terbang perdana, Pacific Royale hanya targetkan 35 penumpang
pacific royale. merdeka.com/wordpress.com

Industri penerbangan nasional semakin ramai dengan kehadiran maskapai penerbangan PT Pacific Royale Airways Indonesia yang memulai penerbangan perdananya pada 11 Juni 2012.

Maskapai ini siap bersaing dengan maskapai nasional sekelas Garuda Indonesia dengan memberikan layanan full service. Pada penerbangan perdananya, perseroan menargetkan tingkat keterisian kursi atau load factor 65 persen.

Presiden Direktur Pacific Royale Samudera Sukardi mengatakan, pesawat Fokker 50 dengan kapasitas 50 kursi, akan digunakan pada penerbangan perdana Pacific Royale. Rute yang akan dilayani adalah Surabaya-Semarang-Pangkalan Bun-Bandung. Selain itu, maskapai ini akan melayani jalur penerbangan Batam-Pekanbaru-Jambi-Padang-Kerinci.

"Load factor pada awal mengudara sebesar 65 persen. Sedangkan permintaan ditargetkan sebanyak 80 persen. Dari 50 kursi yang disediakan tetapi hanya terisi 35 kursi itu sudah cukup bagus pada penerbangan perdana," kata Samudera Sukardi kepada merdeka.com di Jakarta, Jumat (8/6).

Untuk harga tiket, untuk rute Surabaya-Semarang dipatok mulai dari Rp 400.000-800.000. Sebagai pemain baru di industri penerbangan, pihaknya memberikan harga tiket promo selama 2 bulan. Maskapai ini akan menggunakan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta-Cengkareng sebagai basis operasinya di Jakarta.

Samudera menuturkan, pihaknya masih terus berupaya memperkuat armadanya. "Kita sudah mendatangkan 2 pesawat fokker 50 dan akan bertambah 2 pesawat lagi pada bulan ini. Sementara itu, mulai Juni-Agustus akan didatangkan 3 pesawat airbus A320," katanya.

Dia menyebutkan, harga 1 pesawat Fokker 50 mencapai USD 3,5 juta. Perseroan juga harus merogoh dana sebesar USD 750 ribu untuk harga sewa 1 pesawat Airbus A320 per bulan.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan resmi menerbitkan Air Operator Certificated (AOC) 121-045 PT Pacific Royale Airways Indonesia, Rabu (6/6/2012). Sebelumnya, pada 1 November 2011 Kemenhub telah mengeluarkan Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) maskapai berjadwal untuk Pacific Royale.

"Ini merupakan suatu proses awal sebagai suatu maskapai yang akan beroperasi. Ini menunjukkan bahwa mereka (pemegang saham) benar-benar memiliki niat yang kuat untuk memiliki suatu airlines. Kami sudah membeli 5 Fokker 50 sebagai suatu syarat kepemilikan," ungkapnya.

Rekomendasi