Pertamina siap putus kerja sama penyalur nakal manfaatkan Natal dan Tahun Baru

Kamis, 21 Desember 2017 16:46 Reporter : Moch. Andriansyah
Pertamina siap putus kerja sama penyalur nakal manfaatkan Natal dan Tahun Baru Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Pertamina, untuk menjaga kelancaran dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji Natal dan Tahun Baru 2018, membentuk Satgas yang siap menindak tegas oknum 'nakal'. Tim ini terbentuk per 18 Desember 2017.

"Bila kami mendapati kenakalan oknum pengecer atau distributor di tengah masyarakat, melalui Satgas BBM dan elpiji ini kami siap menindak tegas mereka," tegas Marketing Operation Region (MOR) V Jabanusa (Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara), Rifky Rahman Yusuf via telepon selulernya, Kamis (21/12).

Rifky yang juga Manager Communication dan CSR PT Pertamina ini menyebut, tindakan tegas itu bisa berupa pemberian catatan hitam terhadap pihak-pihak yang sengaja melakukan pelanggaran. "Kalau kita telah komit demi kelancaran stok, kita minta agen-agen untuk mendukung keberadaan stok elpiji. Apabila ada penyimpangan kita sudah punya SOP. Kita berikan teguran atau surat peringatan. Tapi ujung-ujungnya bisa penghentian suplai atau pemutusan hubungan usaha," tegasnya.

Nantinya, Satgas BBM dan LPG terdiri dari beberapa unsur, termasuk penegak hukum. Sebab katanya lagi, bukan tidak mungkin kelangkaan BBM dan elpiji karena ulah distributor atau spekulan nakal.

"Tim Satgas ini bekerjasama dengan unsur dari Pemda dan kepolisian untuk mengamankan pendistribusian serta mengantisipasi terjadinya deadlock, seperti kemacetan dan kelancaran itu sendiri," sambungnya.

Disebutkan pula oleh Rifky, tujuan dibentuknya Satgas ini, juga untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap BBM dan elpiji selama libur Natal dan Tahun Baru.

Kebutuhan BBM dan elpiji naik drastis

Peningkatan kebutuhan BBM di Jawa Timur saat liburan akhir tahun biasanya bisa mencapai sekitar 15 persen dibandingkan kondisi normal. Sedangkan, kebutuhan LPG --terutama ukuran 3 kilogram-- bisa naik hingga 20 persen.

"Per tanggal 18 Desember nanti, kami sudah persiapkan Satgas BBM ini. Tim Satgas akan memantau keberadaan stok BBM dan elpiji, sekaligus memastikan kelancaran distribusinya di lapangan," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Jabanusa, Rahmad Muhamadiyah mengaku, sejauh ini stok elpiji ukuran 3 kilogram dalam kondisi aman.

Namun, bila nanti terjadi peningkatan permintaan, atau terjadi kekosongan stok, Hiswana-Mugas akan segera mengajukan permintaan stok ke PT Pertamina.

"Kami sudah memantau, laporan dari agen-agen kami sementara masih aman. Anggota-anggota pangkalan kami akan melapor bila akan terjada kekosongan," aku Rahmad.

Hiswana Migas juga akan terus memantau persediaan elpiji 3 kilogram, hingga ke tingkat desa melalui agen-agen dan pangkalan untuk menghindari kekosongan stok.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini