Penting, Persiapkan Hal Ini Sebelum Mudik Lebaran Lewat Jalan Tol

Jumat, 24 Mei 2019 15:30 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Penting, Persiapkan Hal Ini Sebelum Mudik Lebaran Lewat Jalan Tol Contra Flow di Tol Cikampek. ©2016 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Pengelola jalan tol di Indonesia meminta masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik Lebaran dengan baik. Hal ini perlu dilakukan agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan nyaman.

Ketua Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Desi Arryani mengatakan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memerhatikan jumlah saldo e-toll. Pemudik diharapkan mempunyai saldo cukup sehingga tidak mengalami kekurangan saldo dalam perjalanan.

Saldo kurang tidak hanya berdampak negatif bagi pemudik sendiri, melainkan juga bagi pemudik lain. Sebab akan menciptakan kemacetan di ruas tol.

"Kalau kekurangan saldo e-toll itu, bapak ibu memberikan kontribusi kemacetan yang panjang. Karena kalau pakai ngobrol minta bantuan top up. Bisa dibayangkan sebentar saja ada gangguan bisa panjang. Tolong disiapkan betul," kata dia di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (24/5).

Direktur Utama PT Jasa Marga ini meminta pemudik sungguh memerhatikan kecukupan saldo e-tollnya. Batas saldo yang dimiliki hingga Rp 2 juta tentu sangat memungkinkan pemudik mengisi e-toll untuk satu kali perjalanan.

"Maksimal isinya kan Rp 2 juta ya. Tolong tinggalkan kebiasaan isi Rp 100.000. Jadi itu kalau Jakarta-Surabaya , Jakarta-Probolinggo tidak cukup, kalau memang sejauh itu," jelasnya.

Selain itu, pemudik juga harus memastikan kecukupan bahan bakar minyak. Sama hal kekurangan saldo e-toll, kekurangan BBM di jalan tol dapat mengganggu kelancaran perjalanan mudik.

"Isi BBM penuh jangan setengah-setengah. Karena derasnya kendaraan luar biasa. Walau Pertamina sudah siapkan dispenser, paket, mobile. Tentu akan dibatasi. Nggak sepenuhnya karena harus mencadangkan untuk arus deras yang ada di belakang bapak ibu," ujarnya.

Pemudik juga diharapkan dapat lebih bijak dalam memanfaatkan rest area yang tersedia. Jangan memaksa masuk, jika rest area sudah dalam keadaan penuh.

"Kalau rest area ditutup jangan dipaksakan. Pengalaman tahun lalu sudah ditutup, tapi paksa parkir di bahu jalan," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini