Industri asuransi tanah air terus bersolek. Di tengah perubahan regulasi dan dinamika kebutuhan masyarakat, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, membeberkan tiga pilar utama yang menjadi fokus pembenahan industri saat ini.
Ketiga pilar tersebut mencakup penguatan modal perusahaan, peningkatan kapabilitas lewat digitalisasi dan SDM, serta penyediaan produk yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Pembenahan ini penting agar industri asuransi tidak cuma sehat secara finansial, tapi juga hadir memberikan perlindungan yang pas bagi nasabah," ungkap Yulius dalam rangkaian peringatan Hari Asuransi ke-20 bertema 'Literasi Asuransi untuk Negeri: Pahami – Miliki – Lindungi', Selasa (20/10/2026).
1. Modal Kuat dan Bayar Klaim Tepat Waktu
Fokus pertama bertumpu pada ketahanan keuangan perusahaan. Menurut Yulius, modal yang kuat adalah kunci utama agar perusahaan selalu siap memenuhi kewajiban, terutama saat nasabah mengajukan klaim.
"Secara finansial kita harus sound, kita harus kuat," tegas Yulius. Penguatan ini dilakukan melalui penyesuaian regulasi permodalan baru serta manajemen risiko yang lebih ketat.
2. Digitalisasi dan Peningkatan Kualitas SDM
Fokus kedua menyasar modernisasi sistem dan kemampuan tenaga kerja. Pemanfaatan teknologi terus diintegrasikan agar pelayanan nasabah makin cepat dan optimal.
Di saat yang sama, kompetensi para pelaku industri juga digembleng lewat program kepemimpinan dan sertifikasi resmi.
3. Produk yang Relevan, Termasuk Asuransi Gadget
Fokus ketiga adalah relevansi produk. Yulius menekankan bahwa modal besar dan karyawan pintar tidak ada artinya jika produk yang dijual tidak sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia.
"Kalau perusahaannya besar, ekuitasnya besar, orangnya pintar-pintar, tapi produknya tidak sesuai sama kebutuhan orang Indonesia, ya sama saja," tuturnya.
Selain asuransi kesehatan dan kecelakaan yang tetap jadi primadona, industri kini mulai merambah produk gaya hidup, seperti asuransi perangkat elektronik (gadget). Mengingat ponsel dan perangkat elektronik sudah menjadi kebutuhan primer, potensi perlindungan di sektor ini dinilai sangat menjanjikan.
Advertisement
Kesadaran Anak Muda dan Prinsip Kehati-hatian
Yulius juga melihat pergeseran tren di kalangan anak muda dan pekerja gen-Z pascapandemi Covid-19. Kini, perlindungan risiko mulai menjadi pertimbangan utama saat memilih tempat kerja.
"Kalau mau kerja, anak muda sekarang langsung tanya, 'Asuransinya ada tidak, Pak?' Jadi sudah bukan cuma soal gaji doang," kata Yulius.
Meski begitu, Yulius mengingatkan seluruh perusahaan asuransi untuk tetap disiplin mengelola investasi di pasar modal dan menjaga keseimbangan aset (asset liability management). Produk yang laris manis tidak akan ada gunanya jika perusahaan goyah saat ditagih klaim.
"Tugas asuransi adalah memastikan asset liability management. Pada saat kewajiban datang dan orang minta haknya, kita sudah punya dananya," pungkasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377896/original/093378800_1792481638-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_14.26.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378268/original/048579200_1792495109-KMP_Batu_Mandi_terbakar_di_perairan_Merak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378282/original/011655400_1792495467-72a154901627065db3840a7e8ba52a1d.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378297/original/039518500_1792496817-WhatsApp_Image_2026-10-14_at_14.14.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5137791/original/066385900_1739961433-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377783/original/031072500_1792478756-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_13.39.42.jpeg)