Penjelasan Ketua OJK soal Fenomena Investor Asing Kabur dari Pasar Saham Indonesia

Mahendra menyebut, aksi jual bersih saham oleh investor asing dipicu oleh kondisi ketidakpastian ekonomi global.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Penjelasan Ketua OJK soal Fenomena Investor Asing Kabur dari Pasar Saham Indonesia
Penjelasan Ketua OJK soal Fenomena Investor Asing Kabur dari Pasar Saham Indonesia (Merdeka.com)

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar buka suara terkait aksi jual bersih saham oleh investor asing di pasar saham domestik. Fenomena ini dikenal dengan istilah nett sell asing.

Mahendra menyebut, aksi jual bersih saham oleh investor asing dipicu oleh kondisi ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan tarif oleh Presiden AS, Donald Trump. Dia memastikan perekonomian dalam negeri masih dalam kondisi baik.

"Karena ketidakpastian ini kan justru datangnya dari global, bukan dari dalam negeri. Sehingga kondisi global inilah yang menyebabkan dinamika pergerakan dari investasi atau keputusan untuk melakukan investasi pihak asing itu sangat cepat berubah. Mungkin bahasa inggrisnya volatile," ujar Mahendra di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis, (24/4).

OJK sendiri memaklumi adanya fenomena kaburnya investor asing pasar modal Tanah Air.  Menurutnya, praktik ini tidak hanya terjadi di IHSG namun juga pasar bursa saham lainnya.

"Dalam kondisi saat ini kami memang mencatat secara keseluruhannya. Pihak investor asing melakukan net sale atau secara netto melakukan penjualan. Itu sebenarnya kondisi yang wajar walaupun tentu kita melihatnya dan memantaunya dengan ketat," ucapnya.

Saat ini, OJK terus memantau perkembangan IHSG secara ketat di tengah ketidakpastian perekonomian global. Diakuinya tren pelemahan ekonomi global ini masih berlanjut ke depannya. 

"Sehingga dapat dimaklumi. Dan kalau kondisi global ini penuh ketidakpastian yang masih berlangsung, ya tentu kita harus antisipasi bahwa ini akan berlanjut juga di situ. Tapi di lain pihak, apa yang kami lihat di dalam negeri investor nasional itu memberi tingkat kepercayaan yang tinggi," tandasnya.

Dana Asing Keluar dari Pasar Saham Sentuh Rp50,36 Triliun

Investor asing terus melakukan aksi jual saham sepanjang 2025. Aksi jual saham oleh investor asing sentuh Rp 50 triliun.

Pada perdagangan Rabu, 23 April 2025, investor asing hanya jual saham Rp 247,31 miliar.Dengan aksi jual saham tersebut, sepanjang 2025, investor asing telah jual saham Rp 50,36 triliun. Demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/4).

Di tengah aksi jual oleh investor asing, komposisi investor domestik masih menguasai. Investor domestik mencapai 60 persen dan investor asing tercatat 40 persen secara year to date (ytd).

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, aliran dana investor asing yang keluar sudah mencapai Rp 50 triliun ytd didorong sejumlah faktor. Pertama, ada perang dagang dari Amerika Serikat dan kebijakan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Make America Great Again (MAGA).

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy menuturkan, investor domestik terutama ritel cukup aktif walau pasar saham dibayangi ketidakpastian global. Ketidakpastian itu dipicu perang tarif antara Amerika Serikat dan China. Selain aktif, jumlah investor ritel juga cukup banyak. Hal ini juga turut menopang IHSG ketika melemah. 

"Di bursa 6 juta investor. Investor ritel jadi penopang saat indeks turun, jadi teman-teman investor ritel belajar dari COVID-19, cukup siap dan memiliki kemampuan beli cukup baik," kata dia.  

Rekomendasi