Penerapan Tarif Impor Produk Setiap Negara yang Masuk ke Amerika Ditunda 90 Hari, Kecuali China

Penundaan ini setelah menerima permintaan negosiasi dari 75 negara.

Ilyas Istianur Praditya
Penerapan Tarif Impor Produk Setiap Negara yang Masuk ke Amerika Ditunda 90 Hari, Kecuali China
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam acara buka puasa bersama di Gedung Putih pada Kamis, (27/3/2025). (Dok. Instagram/whitehouse) (© 2025 Liputan6.com)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penerapan tarif impor baru sebesar 125% untuk barang-barang yang diimpor dari China, yang akan berlaku segera.

Keputusan ini disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social, dengan alasan "kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan China terhadap pasar global."

Menurut laporan dari Euronews pada Kamis (10/4), Trump juga menginformasikan bahwa pemerintahannya memberikan penangguhan tarif selama 90 hari untuk sebagian besar negara mitra dagang. Namun, China tidak termasuk dalam kebijakan penangguhan ini.

Trump mengungkapkan bahwa lebih dari 75 negara telah mengajukan permohonan untuk menegosiasikan ulang perjanjian dagang sejak pengumuman paket tarif "Hari Pembebasan".

Pada awalnya, ia mengindikasikan bahwa penangguhan ini hanya berlaku untuk negara-negara tersebut. Namun, Gedung Putih kemudian memberikan klarifikasi bahwa penangguhan 90 hari ini berlaku untuk hampir semua negara, kecuali China, dan selama masa negosiasi, tarif universal sebesar 10% akan diterapkan.

Pasar Global Langsung Positif

Respon pasar global terhadap pengumuman ini sangat positif, dengan indeks Dow Jones melonjak hingga 2.000 poin hanya dalam beberapa menit setelah pengumuman tarif baru tersebut.

Rincian tarif terbaru dari Trump mulai berlaku setelah tengah malam, dan pihak administrasi Amerika Serikat berusaha menenangkan kekhawatiran para pemilih, anggota Kongres dari Partai Republik, serta para CEO dengan menyatakan bahwa tarif yang dikenakan masih bersifat negosiasi.

Namun, mereka juga menegaskan bahwa proses negosiasi ini mungkin akan memakan waktu berbulan-bulan.

Donald Trump meningkatkan tarif impor dari China menjadi 125%

Dulu Jadi Donatur Donald Trump di Pilpres, Mark Zuckerberg hingga Elon Musk Justru Kini Rugi USD 1,8 Triliun
Presiden Donald Trump dan CEO Tesla Elon Musk saat duduk di dalam kendaraan Tesla Model S berwarna merah di Halaman Selatan Gedung Putih, Selasa, (11/3/2025). (Dok. Pool via AP) © 2025 Liputan6.com

Situasi perang dagang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS) dan China, di mana kedua negara saling merespons dengan menaikkan tarif impor.

Terbaru, pada hari Rabu waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa tarif untuk barang impor dari China akan dinaikkan menjadi 125%. Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap tindakan China yang menaikkan tarif impor barang dari AS hingga mencapai 84%.

Dikutip dari CNBC pada Kamis (10/4), Trump menyampaikan melalui media sosial Truth Social bahwa kenaikan tarif ini akan segera berlaku. Dalam penjelasannya, Trump menegaskan bahwa kenaikan tarif yang terus menerus hingga mencapai 125% ini disebabkan oleh kurangnya penghargaan China terhadap pasar global.

Sebanyak 75 negara meminta untuk melakukan negosiasi

Rencana Baru Trump: AS Kelola Gaza 10 Tahun, Warga Diberi Rp82,4 Juta Jika Mau Direlokasi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Kamis (12/6/2025). (Dok. AP/Alex Brandon) © 2025 Liputan6.com

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengumumkan bahwa ia telah mengesahkan penundaan tarif selama 90 hari untuk lebih dari 75 negara yang telah berusaha bernegosiasi dengan Washington setelah pengumuman paket kebijakan 'Hari Pembebasan'. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjelaskan kepada wartawan bahwa Presiden Trump menunda sementara tarif timbal balik untuk sebagian besar mitra dagang utama, tetapi tetap memberlakukan pungutan sebesar 10% pada hampir semua barang impor.

Bessent menambahkan bahwa negara-negara yang tidak merespons pengumuman tarif AS minggu lalu akan mendapatkan imbalan. "Jangan membalas, dan Anda akan diberi imbalan," ujarnya, seperti yang dikutip dari theguardian pada Kamis (10/4). Ia juga menjelaskan bahwa tarif untuk barang-barang yang berasal dari China telah dinaikkan sebagai respons terhadap eskalasi yang dilakukan oleh negara tersebut.

Rekomendasi