Pemprov Sumbar Pastikan Penutupan Jalur Malalak demi Keamanan Pemudik Lebaran 2026
Demi keselamatan pemudik Lebaran 2026, Pemprov Sumbar memutuskan Penutupan Jalur Malalak yang menghubungkan Padang-Bukittinggi. Keputusan ini diambil karena perbaikan pascabencana hidrometeorologi masih berlangsung.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) telah mengumumkan Penutupan Jalur Malalak yang menjadi penghubung vital antara Kota Padang dan Kota Bukittinggi via Sicincin-Malalak-Balingka. Keputusan ini diambil demi menjamin keamanan seluruh pemudik yang akan melintasi wilayah tersebut menjelang perayaan Idul Fitri. Penutupan akses jalan ini merupakan langkah antisipasi serius dari potensi bahaya yang masih mengintai.
Supervisor Health, Safety, Security and Environment PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Budi Setia, mengonfirmasi bahwa penutupan jalan ini diperlukan karena proses perbaikan intensif masih berlangsung. Perbaikan ini menyusul bencana hidrometeorologi parah yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih menjadi perhatian utama bagi keselamatan publik.
Meskipun beberapa ruas jalan seperti Koto Mambang menuju Balingka sudah bisa dilintasi kendaraan tertentu di luar jam operasional, akses tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat setempat. Akses bagi pemudik tetap ditutup total, bahkan saat pekerja telah berhenti bekerja pada H-5 Lebaran. Hal ini berdasarkan rekomendasi kuat dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rapat koordinasi lintas sektor.
Kondisi Terkini dan Alasan Penutupan Jalur Malalak
Jalur Malalak, terutama ruas Koto Mambang-Malalak via Balingka, dinilai belum aman untuk dibuka secara umum bagi para pemudik. Budi Setia menegaskan bahwa masih terdapat area-area yang memiliki potensi longsor sangat tinggi di sepanjang jalur tersebut. Risiko ini menjadi pertimbangan utama dalam keputusan penutupan demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Kerusakan infrastruktur jalan akibat tingginya curah hujan pada November 2025 lalu masih sangat terlihat di beberapa titik krusial. Salah satu area terdampak paling parah berada di kilometer 82, di mana badan jalan mengalami ambles cukup signifikan. Amblesan ini membentang sepanjang sekitar 200 hingga 300 meter, menunjukkan skala kerusakan yang besar.
Selain kilometer 82, proses pengerjaan yang belum rampung juga terlihat jelas di ruas kilometer 80 dan 79. PT HKI sebagai kontraktor pelaksana proyek telah mengambil langkah preventif dengan memasang blokade fisik. Spanduk peringatan juga dipasang di berbagai lokasi strategis untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melintasi jalur berbahaya ini.
Progres Perbaikan dan Target Penyelesaian Jalan
Pengerjaan perbaikan Jalur Malalak akan kembali dilanjutkan secara penuh, dengan 100 persen pekerja kembali beraktivitas mulai tanggal 29 Maret mendatang. Target penyelesaian proyek ini, sesuai dengan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), ditetapkan pada Desember 2026. Ini menunjukkan bahwa perbaikan membutuhkan waktu yang cukup panjang dan komprehensif.
Meskipun jalan yang sebelumnya terputus kini telah dapat dilalui sepenuhnya, pengerjaannya belum sampai pada tahap pengaspalan akhir. Kondisi ini mengindikasikan bahwa struktur dasar dan perbaikan tanah masih menjadi fokus utama. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama selama masa perbaikan ini berlangsung.
PT HKI, selaku pihak yang bertanggung jawab penuh atas proyek perbaikan ini, terus berupaya mempercepat proses. Namun, kompleksitas kerusakan dan potensi bahaya geologis memerlukan pendekatan yang hati-hati. Penutupan jalur bagi pemudik adalah keputusan yang tidak terhindarkan demi keselamatan bersama.
Jalur Alternatif dan Implikasi bagi Pemudik
Jalur Malalak selama ini kerap dimanfaatkan oleh para pemudik sebagai jalur alternatif untuk menghindari kemacetan. Selain itu, jalur ini juga sering digunakan untuk menghindari penerapan sistem one way yang diberlakukan menjelang Idul Fitri di jalur utama. Penutupan ini tentu akan berdampak pada perencanaan perjalanan pemudik.
Dengan ditutupnya Jalur Malalak, pemudik diharapkan untuk menggunakan jalur utama atau mencari rute alternatif lain yang telah dipastikan keamanannya. Informasi mengenai jalur alternatif yang aman dan terkini akan sangat penting bagi para pengendara. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat sangat dianjurkan.
Pemprov Sumbar dan Forkopimda mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pemudik, untuk mematuhi arahan yang telah ditetapkan. Keselamatan adalah yang utama, dan keputusan Penutupan Jalur Malalak ini adalah demi kebaikan bersama. Pemudik diminta untuk selalu mencari informasi terbaru mengenai kondisi jalan sebelum memulai perjalanan.
Sumber: AntaraNews