Pemprov Banten Kirim 21 Petani Milenial Magang Jepang, Dorong Inovasi Pertanian Daerah

Pemerintah Provinsi Banten memberangkatkan 21 petani milenial untuk program magang di Jepang, bertujuan menyerap inovasi dan teknologi pertanian modern demi kemajuan sektor pertanian daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Banten Kirim 21 Petani Milenial Magang Jepang, Dorong Inovasi Pertanian Daerah
Pemerintah Provinsi Banten memberangkatkan 21 petani milenial untuk program magang di Jepang, bertujuan menyerap inovasi dan teknologi pertanian modern demi kemajuan sektor pertanian daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Banten telah memberangkatkan 21 petani milenial untuk mengikuti program magang di Jepang. Program ini bertujuan untuk menyerap inovasi dan teknologi pertanian modern selama satu hingga dua tahun. Langkah strategis ini diharapkan dapat membawa kemajuan signifikan bagi sektor pertanian di Banten.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa jumlah peserta yang diberangkatkan tahun ini mencapai angka tertinggi. Program magang petani ke Jepang ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 1984, menunjukkan komitmen jangka panjang Pemprov Banten. Ini adalah rekor jumlah peserta sepanjang sejarah program tersebut.

Para peserta diharapkan dapat mengaplikasikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh untuk memajukan sektor pertanian di Banten. Gubernur Andra Soni juga menyoroti potensi lahan tidur yang luas di Banten. Lahan ini bisa dikembangkan secara optimal oleh para petani muda yang kembali dari Jepang.

Andra Soni menegaskan posisi strategis Banten sebagai penyuplai kebutuhan pangan utama bagi wilayah Jakarta. Oleh karena itu, regenerasi petani yang melek teknologi menjadi krusial. Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian. Ini juga bertujuan membuat pertanian lebih menarik bagi generasi muda.

Menurut Gubernur, usaha di sektor pertanian memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi ribuan satuan pelayanan pemenuhan gizi yang sudah beroperasi di Banten. Pemprov Banten berkomitmen memastikan akses air dan infrastruktur pertanian dalam kondisi optimal. Dukungan ini esensial untuk keberlanjutan.

Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, M Nasir, menjelaskan bahwa 21 peserta yang berangkat telah melalui proses seleksi ketat. Mereka merupakan hasil saringan dari total 48 pendaftar yang berminat mengikuti program ini. Seleksi ini menjamin kualitas dan komitmen para petani milenial Banten.

Proses seleksi yang ketat ini memastikan bahwa hanya kandidat terbaik yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan pertanian yang terpilih. Ini juga mencerminkan keseriusan Pemprov Banten dalam investasi sumber daya manusia. Harapannya, mereka akan menjadi agen perubahan di daerah.

Sebelum keberangkatan, para petani milenial ini telah menjalani diklat intensif selama 50 hari. Pembekalan tersebut mencakup adaptasi budaya serta aspek teknis pertanian yang relevan. Mereka dijadwalkan berangkat ke Jepang pada tanggal 13 April mendatang. Persiapan ini sangat penting.

M Nasir menyoroti Jepang sebagai barometer teknologi pertanian dunia, yang akan menjadi tempat para peserta menimba ilmu. Selama 11 hingga 26 bulan, mereka akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan petani lokal di sana. Pengalaman ini meliputi sektor tanaman pangan dan juga peternakan.

Interaksi langsung dengan petani Jepang diharapkan dapat memberikan wawasan praktis dan mendalam. Ini akan membantu mereka memahami praktik terbaik dan teknologi terkini. Para petani milenial Banten ini akan mendapatkan bekal berharga.

Salah satu peserta, Eva Luthfiah dari Kabupaten Lebak, menyampaikan tekad kuatnya untuk membawa perubahan positif. Ia berjanji akan memajukan pertanian di daerah asalnya setelah menyelesaikan program magang. Eva meyakini bahwa sektor pertanian kini semakin modern dan tidak lagi dipandang sebelah mata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi