Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmen kuatnya dalam memajukan daerah. Pada Kamis, Pemkot Banjarbaru secara resmi melantik Komite Ekonomi Kreatif (KEK) di Aula Gawi Seberataan, menandai babak baru pembangunan. Langkah ini menegaskan tekad menjadikan sektor Ekonomi Kreatif Banjarbaru sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, memimpin langsung prosesi pelantikan Komite Ekonomi Kreatif tersebut. Pembentukan komite ini memiliki tujuan utama untuk menggerakkan dan mengembangkan berbagai potensi kreatif. Ini mencakup sektor UMKM, kriya, kuliner, seni pertunjukan, digital kreatif, hingga inovasi berbasis komunitas yang beragam.
Dengan adanya KEK, Pemkot Banjarbaru berharap dapat meningkatkan daya saing daerah di kancah nasional secara signifikan. Inisiatif ini juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku kreatif lokal. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat citra Banjarbaru sebagai kota yang inovatif dan berdaya saing.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Lisa dalam sambutannya menyampaikan keyakinannya yang besar terhadap kemampuan anggota KEK yang baru dilantik. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Banjarbaru, saya mengucapkan selamat. Kami percaya saudara-saudara mampu menjadi mesin penggerak inovasi ekonomi kreatif di kota ini,” ujar Lisa dengan penuh optimisme. Pernyataan ini secara jelas menegaskan harapan besar Pemkot terhadap peran vital KEK dalam pembangunan.
KEK akan berfungsi sebagai jembatan penghubung yang esensial antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas kreatif. Peran ini sangat krusial untuk menciptakan sinergi yang kuat dan kolaborasi yang efektif dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif. Selain itu, KEK juga bertugas aktif memfasilitasi pelaku kreatif lokal agar dapat meningkatkan kualitas produk, pengemasan, serta akses permodalan yang lebih baik.
Pengembangan sektor kreatif ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi semata, tetapi juga pada peningkatan kapabilitas sumber daya manusia. Dengan demikian, diharapkan produk dan jasa kreatif yang berasal dari Banjarbaru dapat bersaing lebih luas di pasar. Peningkatan kualitas ini menjadi kunci utama untuk menembus pasar yang lebih besar, baik di tingkat regional maupun nasional, bahkan internasional.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Lisa turut menekankan pentingnya pengembangan potensi lokal yang unik sebagai identitas khas daerah Banjarbaru. Potensi ini meliputi kekayaan kuliner, kerajinan tangan (kriya), fashion, dan sektor digital yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pengoptimalan identitas lokal ini diharapkan mampu membedakan Banjarbaru dari daerah lain dan menarik perhatian publik luas.
Dalam konteks ini, kelurahan-kelurahan yang telah dicanangkan sebagai kelurahan kreatif diminta untuk bekerja sama secara aktif dan berkesinambungan. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan potensi lokal yang ada secara maksimal. Tujuannya adalah menciptakan nilai ekonomi yang signifikan dan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional secara keseluruhan yang lebih kuat.
Pelantikan KEK menjadi simbol yang jelas bahwa pembangunan di Kota Banjarbaru tidak hanya berkutat pada infrastruktur fisik semata. Lebih dari itu, fokus pembangunan juga mencakup pengembangan sumber daya manusia dan kreativitas masyarakat secara menyeluruh. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata di seluruh lapisan masyarakat Banjarbaru.
Advertisement
Dengan terbentuknya Komite Ekonomi Kreatif ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menyatakan optimismenya yang tinggi. Mereka yakin dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan dan berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini juga akan memperkuat citra Banjarbaru sebagai kota yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan yang penuh tantangan.
Sumber: AntaraNews