Pemkab Kuningan Salurkan Bibit Kelapa Genjah, Ganti Komoditas Sawit Demi Lingkungan dan Ekonomi Petani

Pemerintah Kabupaten Kuningan memulai program strategis dengan menyalurkan bibit kelapa genjah dan pupuk organik, menandai transisi dari kelapa sawit demi keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi petani lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Kuningan Salurkan Bibit Kelapa Genjah, Ganti Komoditas Sawit Demi Lingkungan dan Ekonomi Petani
Pemerintah Kabupaten Kuningan memulai program strategis dengan menyalurkan bibit kelapa genjah dan pupuk organik, menandai transisi dari kelapa sawit demi keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi petani lokal. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, secara resmi memulai program penyaluran bantuan bibit kelapa genjah dan pupuk organik kepada para petani di wilayahnya. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan strategis daerah untuk mengalihkan komoditas pertanian dari kelapa sawit. Tujuannya adalah untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain itu, inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat sektor ekonomi para petani lokal. Kelapa genjah didorong sebagai komoditas unggulan baru yang sesuai dengan karakteristik wilayah Kuningan.

Program alih komoditas ini juga menjadi solusi bagi masyarakat yang sebelumnya menanam kelapa sawit tanpa dasar perizinan usaha perkebunan yang sah. Bantuan bibit kelapa genjah disalurkan langsung kepada kelompok tani penerima manfaat. Ini sebagai modal awal pengembangan usaha tani jangka menengah dan panjang di Kuningan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah proaktif dengan menghentikan seluruh aktivitas penanaman kelapa sawit. Kebijakan ini resmi berlaku melalui surat pada 1 Maret 2025, menegaskan komitmen terhadap lingkungan. Sebelumnya, pihak perusahaan terkait telah menyatakan kepatuhan terhadap kebijakan ini. Mereka menghentikan penanaman sawit serta memindahkan bibit yang belum ditanam ke luar wilayah Kuningan.

“Secara administratif dan faktual di lapangan, tidak ada lagi aktivitas penanaman sawit baru,” ujar Wahyu Hidayah. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Kuningan dalam implementasi kebijakan. Transisi ini diharapkan membawa dampak positif bagi ekosistem lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Kelapa genjah dipilih sebagai alternatif utama karena dinilai memiliki nilai ekonomi yang baik dan berkelanjutan. Komoditas ini juga sangat cocok dengan karakter wilayah Kabupaten Kuningan yang berbasis pertanian pangan dan konservasi. Program ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah daerah dalam menciptakan pertanian yang lebih lestari.

Diskatan Kabupaten Kuningan telah menyalurkan bantuan signifikan berupa 38.500 bibit kelapa genjah dan 115.500 kilogram pupuk organik. Bantuan ini didistribusikan ke berbagai wilayah di Kuningan untuk mendukung pengembangan lahan perkebunan. Total lahan yang akan dikembangkan mencapai sekitar 350 hektare.

Dari sisi usaha tani, kelapa genjah menawarkan keunggulan yang menarik bagi petani. Masa berbuahnya relatif cepat, yakni mulai usia tiga hingga empat tahun. Selain itu, produksi buahnya stabil sepanjang tahun, memberikan kepastian pendapatan bagi petani. Keunggulan ini menjadikan kelapa genjah pilihan strategis untuk alih komoditas.

“Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan perkebunan seluas sekitar 350 hektare,” kata Wahyu. Lahan ini diarahkan pada komoditas bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan. Ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga kelestarian alam Kuningan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi