Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, telah menyepakati rencana pembangunan Gerbang Keluar Tol Tegalluar. Gerbang ini akan menjadi bagian penting dari ruas Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum. Kesepakatan ini menjadi langkah maju dalam upaya peningkatan infrastruktur dan konektivitas di wilayah Jawa Barat.
Gerbang keluar ini berlokasi strategis di Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Studi kelayakan proyek akan mengkaji ulang trase dan gerbang tol, khususnya segmen Garut Utara hingga Tasikmalaya serta akses Tegalluar. Hal ini dilakukan untuk memastikan efektivitas dan optimalisasi pembangunan infrastruktur jalan tol.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, menyatakan bahwa akses Tegalluar telah memperoleh izin prinsip dari Direktorat Bina Marga. Pembangunan Gerbang Tol Getaci Tegalluar ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan sekitar secara signifikan. Proyek ini juga sejalan dengan misi pembangunan Jalan Tol Getasik.
Advertisement
Advertisement
Gerbang Keluar Tol Tegalluar memiliki posisi yang sangat strategis bagi pengembangan wilayah Bandung dan sekitarnya. Lokasinya berada di kawasan pengembangan transit oriented development (TOD) Stasiun Kereta Cepat Tegalluar. Kawasan TOD ini mencakup area seluas 340 hektare, menjadikannya pusat aktivitas ekonomi dan transportasi baru.
Cakra Amiyana menegaskan bahwa pembangunan ini selaras dengan misi Jalan Tol Getasik untuk mendukung pengembangan kawasan. Opsi kerja sama dengan pemerintah daerah juga terbuka untuk memaksimalkan potensi ini. Integrasi antara infrastruktur tol dan kawasan TOD akan menciptakan sinergi positif.
Pengembangan Gerbang Tol Getaci Tegalluar ini tidak hanya akan mempermudah aksesibilitas. Namun juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta regional. Peningkatan konektivitas akan menarik investasi dan memacu sektor pariwisata.
Advertisement
Advertisement
Proyek fase pertama Gedebage-Tasikmalaya (Getasik) saat ini sedang dalam tahap pemutakhiran studi kelayakan. Skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) diterapkan dalam proyek ini. Kementerian Keuangan turut memberikan dukungan melalui project development facility (PDF).
Progres pembebasan lahan untuk proyek ini telah mencapai 48,7 persen. Targetnya, pembebasan lahan akan menyentuh angka 50 persen pada tahun 2026. Percepatan pembebasan lahan menjadi krusial untuk kelancaran pembangunan infrastruktur ini.
Tol Getasik memiliki panjang sekitar 95,5 kilometer dengan estimasi anggaran mencapai Rp29,5 triliun. Ruas tol ini dirancang melintasi beberapa wilayah di Kabupaten Bandung. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Bojongsoang, Majalaya, dan Nagreg. Pembangunan juga akan memperhatikan konektivitas dengan jalan yang sudah ada, termasuk integrasi dengan proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR). Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek lingkungan hidup dalam pelaksanaan proyek.
Advertisement
Advertisement
Proyek strategis nasional ini diharapkan dapat terealisasi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Kehadiran Gerbang Tol Getaci Tegalluar akan menjadi pendorong signifikan. Ini akan mendukung pengembangan Kawasan Rebana dan wilayah Jawa Barat bagian selatan.
Selain itu, pembangunan tol ini juga bertujuan untuk meningkatkan konektivitas menuju Provinsi Jawa Tengah. Peningkatan aksesibilitas antarprovinsi akan memperlancar distribusi barang dan jasa. Hal ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
Secara keseluruhan, proyek Tol Getaci, termasuk Gerbang Tol Getaci Tegalluar, merupakan bagian integral dari visi pembangunan infrastruktur nasional. Proyek ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Manfaat tersebut mencakup kemudahan transportasi, peningkatan pariwisata, dan pemerataan pembangunan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews