Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Diingatkan untuk Waspadai Pelemahan Ekonomi China

Pemerintah Diingatkan untuk Waspadai Pelemahan Ekonomi China China. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah diminta menyiapkan antisipasi penurunan permintaan ekspor energi dari China. Alasannya, saat ini China telah menunjukkan tanda-tanda menerapkan kebijakan kenormalan baru, namun pertumbuhan ekonominya tidak seagresif sebelum pandemi terjadi.

"China ini menunjukkan gejala new normal dan tumbuhnya tidak seperti dulu dan dampaknya ke kita kebutuhan energinya turun," kata Ekonom Senior Chatib Basri di Jakarta, Senin (4/4).

Di sisi lain, China juga sudah mulai bergerak menggunakan energi bersih. Bahkan bukan hanya China, berbagai negara juga sudah mulai mengarahkan penggunaan energi yang lebih bersih. Sehingga suplai batu bara dari Indonesia kemungkinan akan berkurang.

"Masalah lain terjadi karena ada transisi menuju energi hijau. Jadi net efeknya ini tergantung suplai syok baik dari Ukraina maupun green ini mengurangi suplai," tuturnya.

Pelemahan ekonomi China saat ini belum banyak berdampak pada Indonesia dalam jangka pendek, namun tetap harus diantisipasi dalam jangka panjang. Terlebih saat ini harga komoditas juga tengah mengalami peningkatan.

Hanya saja, perlu diantisipasi dampak lanjutannya. Dia memperkirakan baru akan ada terasa dampaknya pada tahun 2023 dan tahun 2024.

"Jangka pendek harga komoditas masih kuat, tapi ini dampaknya baru terasa di tahun 2023 atau 2024," kata dia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP