Modal Belajar dari YouTube, Yongki Sukses Jual Pisang Keju dengan Omzet Rp60 Juta per Bulan

Yongki, membuktikan, selagi ada kemauan dan ulet, akan terbuka jalan untuk mendirikan sebuah bisnis.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Modal Belajar dari YouTube, Yongki Sukses Jual Pisang Keju dengan Omzet Rp60 Juta per Bulan
Modal Belajar dari YouTube, Yongki Sukses Jual Pisang Keju dengan Omzet Rp60 Juta per Bulan (Merdeka.com)

Merintis sebuah usaha, bisa dilakukan dari mana saja meski Anda tidak memiliki latar belakang sebagai pebisnis. Yongki, membuktikan, selagi ada kemauan dan ulet, akan terbuka jalan untuk mendirikan sebuah bisnis.

Dalam wawancara yang diunggah akun YouTube Pecah Telur, Yongki bercerita awal dia merintis usaha Pisang Keju Sultan 99. Hal ini dilakukan Yongki sepulangnya dari perantauan di Batam.

Di Batam, banyak sekali jajanan pisang keju dengan varian rasa hingga 'topping'.

Setelah beberapa tahun bekerja sebagai anak rantau, Yongki memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Tulungagung, Jawa Timur.

Di Tulungagung, Yongki menganggur selama satu tahun. Dia tidak terbiasa bekerja sebagai buruh kasar.

Teman-teman kampung halamannya pun tidak ada yang menawarinya pekerjaan.

Yongki putar otak agar bisa mendapatkan penghasilan, setelah lama menganggur. 

Akhirnya uang hasil gaji selama bekerja di Batam yang dia tabung, dijadikan modal usaha membuka warung kopi.

Usaha pertamanya lancar, hanya saja Yongki merasa perlu ada bisnis lain agar usahanya bisa menggeliat dengan pendapatan yang lebih besar.  Yongki pun memutuskan pisang keju.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Pisang keju di tempat saya merantau, di Batam itu sangat terkenal. Sudah banyak di sana. Waktu itu saya pengen makan pisang keju, tapi di sini (Tulungagung) tidak ada akhirnya tercetus buka usaha pisang keju," cerita Yongki dikutip Jumat (15/9).

Karena tidak memiliki pengalaman atau latar belakang sebagai pebisnis, Yongki belajar cara membuat pisang goreng tepung melalui YouTube.

Dia juga bertanya ke orang-orang, dan sebagainya.

Setelah merasa mantap memulai usaha pisang keju, Yongki menggelontorkan uang sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta sebagai modal.

Uang itu bukan sepenuhnya milik Yongki, kebetulan ada keluarga Yongki berbaik hati meminjamkan uang.

Pertama kali Yongki berjualan, respon masyarakat sangat bagus. Pisang keju yang dijual Yongki habis.
Dok. Istimewa

Meski ramai, dia tidak mudah berpuas diri. Yongki belajar ilmu pemasaran, merek sebuah produk dan sebagainya.

Yongki bercerita dia juga pernah mendapatkan keluhan karena pisang terlalu tipis.
Dok. Istimewa

Keluhan itu dijadikan Yongki sebagai evaluasi bisnis. Dia melakukan survei dan terus memperbaiki komposisi pisang keju yang dia jual.

Dia juga memberikan promo-promo menarik untuk meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap Pisang Keju Sultan 99.

"Ada sempat sepi, akhirnya ya harus belajar. Di awal itu sempat ramai mungkin karena di sini belum ada pisang keju," kata dia.

Berkat terus belajar dan ulet dalam merintis sebuah bisnis, Yongki jadi paham kisaran harga pisang keju miliknya dan waktu yang tepat untuk membuka cabang baru.

Setiap outlet beroperasi pukul setengah 4 sore hingga 9 malam. Alasannya, di jam tersebut masyarakat cenderung ingin jajan.

Sementara itu untuk harga Yongki membanderol produknya berkisar Rp14.000 sampai Rp20.000.

Pada bulan Ramadan 2023, menjadi rekor Yongki dalam berbisnis.

Dia dan karyawan yang membantunya kewalahan karena masyarakat memburu pisang keju miliknya sebagai takjil.

Yongki pun harus membuka cabang baru untuk memecah pengunjung.

Bisnis yang dimulai hanya dari YouTube kini telah menghasilkan pendapatan Rp60 juta per bulan.

"Pendapatan 1 bulan itu Rp50 juta sampai Rp60 juta lebih dari 3 outlet," kata dia mengakhiri.

Rekomendasi