Menkeu Purbaya Baru Tahu Proyek Jembatan Pascabencana Masih Nunggak

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap masih adanya utang pembangunan jembatan pascabencana di Sumatera saat rapat pemulihan bersama DPR dan kementerian.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
Menkeu Purbaya Baru Tahu Proyek Jembatan Pascabencana Masih Nunggak
Menkeu Purbaya Baru Tahu Proyek Jembatan Pascabencana Masih Nunggak (Merdeka.com)

Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama kementerian, lembaga, dan kepala daerah terdampak diwarnai dialog antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak.

Dalam rapat tersebut, Purbaya mengaku baru mengetahui masih adanya kewajiban pembayaran terkait pembangunan jembatan pascabencana di wilayah Sumatera.

Ia menyebut selama ini pembiayaan bencana diasumsikan berjalan lancar karena mekanisme pendanaan dilakukan melalui satu pintu di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Yang kami tahu kan selama ini satu pintu lewat BNPB, harusnya sih kita anggap lancar tadinya. Tapi saya baru tahu bahwa sebelah saya punya utang banyak rupanya,” kata Purbaya dalam Rakor Satgas Pemulihan Pascabencana dengan kementerian/lembaga dan daerah terdampak, Selasa (30/12).

Percakapan berlanjut ketika Purbaya menanyakan jaminan atas kewajiban pembangunan jembatan tersebut kepada Maruli.

“Bapak kalau ngutang jembatan, jaminannya apa?” tanya Purbaya.

“Ya tentara, Pak,” jawab Maruli.

Di luar dialog tersebut, Purbaya memaparkan langkah pembiayaan pemulihan bencana yang telah dijalankan pemerintah pusat.

Atas arahan Presiden, pemerintah telah menyalurkan dana darurat sebesar Rp268 miliar kepada tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota terdampak melalui skema bantuan langsung ke daerah.

Selain itu, BNPB mengelola dana siap pakai dan cadangan bencana. Hingga pertengahan Desember 2025, BNPB mengajukan tambahan anggaran Rp1,4 triliun, termasuk Rp650 miliar yang dialokasikan khusus untuk penanganan bencana di Sumatera.

“Jadi, dana siap pakai itu dialokasikan untuk 3 provinsi terdampak cukup banyak. Sudah berapa ratus miliar yang dianggarin asli BNPB-nya. Tapi mereka sudah minta tambahan ke kami Rp1,4 triliun. Ini masuk tanggal 18 Desember tahun ini. Ini untuk bencana Sumatera sebesar Rp650 miliar,” ujar Purbaya.

Purbaya menyebut, saat ini masih tersedia dana siap pakai sebesar Rp1,51 triliun. Dana tersebut dapat digunakan, termasuk untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran pembangunan jembatan, sepanjang pengajuan administrasi disampaikan oleh BNPB.

“Sekarang masih ada tersisa siap pakai Rp1,51 triliun. Jadi kalau besok atau hari ini BNPB bisa mengajukan ke kami untuk pembayaran utang jembatan, besok bisa cair,” ujarnya.

Rekomendasi