Mengapa Dihentikan Sementara? Layanan Bus Trans Palu Disetop, Ini Alasan Pemkot Palu Bangun 32 Halte Baru

Pemerintah Kota Palu hentikan sementara operasional Bus Trans Palu mulai 20 Oktober 2025. Penghentian ini dilakukan untuk pembangunan 32 halte baru demi layanan optimal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengapa Dihentikan Sementara? Layanan Bus Trans Palu Disetop, Ini Alasan Pemkot Palu Bangun 32 Halte Baru
Pemerintah Kota Palu hentikan sementara operasional Bus Trans Palu mulai 20 Oktober 2025. Penghentian ini dilakukan untuk pembangunan 32 halte baru demi layanan optimal. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Palu secara resmi menghentikan sementara operasional layanan Bus Trans Palu. Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak tanggal 20 Oktober 2025 mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas transportasi publik di daerah tersebut.

Penghentian sementara ini bertujuan untuk mendukung pembangunan infrastruktur penunjang yang lebih memadai. Sebanyak 32 titik halte dan bus stop baru akan dibangun di berbagai lokasi strategis dalam kota. Hal ini diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat pengguna Bus Trans Palu di masa depan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto, menjelaskan bahwa keputusan ini merespons keluhan masyarakat. Selama kurang lebih setahun beroperasi, Bus Trans Palu belum memiliki fasilitas halte yang layak.

Trisno Yunianto mengemukakan bahwa kebijakan penghentian sementara operasional Bus Trans Palu diambil karena saat ini sedang dilakukan pembangunan bus stop dan halte. Ia menyatakan, "Kebijakan ini mulai berlaku 20 Oktober 2025 dengan alasan, saat ini sedang dilakukan pembangunan bus stop dan halte sebagai upaya memaksimalkan pelayanan publik di bidang transportasi ke depan." Pembangunan ini merupakan respons terhadap keluhan masyarakat terkait ketiadaan halte sejak Bus Trans Palu beroperasi.

Saat ini, sekitar 32 titik halte dan bus stop sedang dalam proses pembangunan di wilayah Kota Palu. Infrastruktur tersebut diperkirakan akan selesai pada pertengahan Desember 2025. Dengan demikian, Bus Trans Palu diharapkan dapat dioperasikan kembali secara penuh pada 1 Januari 2026, setelah semua fasilitas pendukung siap.

Selain pembangunan halte, Pemerintah Kota Palu juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur atau koridor Bus Trans Palu yang dinilai kurang efektif. Proses ini juga mencakup penambahan koridor baru agar operasional bus dapat lebih optimal dalam melayani masyarakat. Pengaturan koridor dianggap sangat penting karena erat kaitannya dengan mobilisasi penumpang.

Trisno mencontohkan, koridor Palu-Pantoloan yang memiliki banyak peminat sempat dikurangi jumlah busnya. "Salah satu contoh koridor Palu-Pantoloan cukup banyak peminatnya, hanya saja dikurangi jumlah bus jurusan Pantoloan yang sebelumnya 10 bus tinggal tiga bus, kebijakan Pemkot Palu akan mengembalikan 10 bus untuk melayani rute tersebut pada pengoperasian tahun depan," jelasnya. Fasilitas penunjang seperti tempat duduk di titik pemberhentian juga akan dilengkapi untuk kenyamanan penumpang.

Trisno Yunianto menegaskan bahwa penghentian operasional Bus Trans Palu bukan disebabkan oleh sepinya peminat. Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat pelayanan agar lebih efektif dan efisien di masa mendatang. "Mengubah cara berfikir masyarakat menggunakan kendaraan pribadi beralih ke angkutan masal butuh penyesuaian, itu butuh waktu panjang, tidak bisa serta merta saat diterapkan kebijakan langsung beralih sekaligus," ujarnya.

Pemerintah Kota Palu menyadari bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan transportasi massal memerlukan waktu. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur dan penyesuaian rute menjadi prioritas untuk menarik lebih banyak pengguna Bus Trans Palu di kemudian hari. Saat ini, PT Bagong Transportasi mengoperasikan 24 dari 26 unit Bus Trans Palu, dengan Pemkot Palu bertindak sebagai pembeli jasa layanan.

Terkait tarif, Trisno menambahkan bahwa saat ini tarif Bus Trans Palu adalah Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 bagi siswa, baik untuk rute dekat maupun jauh. Ia memastikan bahwa pada pengoperasian ulang nanti, tarif tersebut tidak akan mengalami perubahan.

Selain itu, Dinas Perhubungan Kota Palu juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Sulawesi Tengah mengenai Bus Trans Donggala yang beroperasi hingga ke dalam kota. "Kami menyarankan Trans Donggala melakukan perpindahan penumpang di terminal Tipo, supaya tidak mengganggu rute Bus Trans Palu yang sudah diatur," kata Trisno, demi menjaga keteraturan dan efisiensi rute Bus Trans Palu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi