Laba Melejit 54 Persen, Transformasi Bisnis Bawa Kinerja BTN di Atas Rata-Rata Industri
Capaian kinerja BTN didorong strategi berani untuk bergerak beyond mortgage, tidak lagi sekadar menjadi bank penyalur KPR,
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membuktikan bahwa transformasi bisnis bukan sekadar wacana. Di bawah orkestrasi Danantara Indonesia, BTN mendobrak pasar dengan mencatatkan lonjakan laba bersih konsolidasi sebesar 54,37 persen secara tahunan (yoy) per Mei 2026, mencapai angka Rp1,85 triliun.
Pertumbuhan fantastis ini jauh meninggalkan rata-rata pertumbuhan laba bersih perbankan nasional yang menurut data OJK hanya tumbuh di angka 4,96 persen (yoy) pada periode yang sama.
Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho mengatakan, capaian kinerja BTN didorong strategi berani untuk bergerak beyond mortgage, tidak lagi sekadar menjadi bank penyalur KPR, melainkan berevolusi menjadi penyedia solusi keuangan holistik dari hulu ke hilir bagi seluruh ekosistem perumahan dan sektor strategis nasional.
Melalui arah baru ini, BTN mengintegrasikan layanan transaksi, tabungan, wealth solution, digital banking, pembiayaan UMKM, hingga corporate banking. Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa Nugroho, menegaskan bahwa basis nasabah KPR yang kuat adalah modal besar untuk menguasai rantai nilai ekonomi ini.
"Kami melihat ekosistem perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian nasional. BTN hadir sebagai mitra keuangan utama, mulai dari solusi pembiayaan, cash management, hingga supply chain financing,” kata Helmy di Jakarta, Senin (6/7).
Ekspansi yang Agresif
Sisi ekspansi yang agresif ini diimbangi dengan manajemen risiko yang sangat ketat (data-driven) dan tata kelola berbasis ESG. Hasilnya, BTN menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih MSCI ESG Rating AA dari lembaga pemeringkat global.
"Bagi kami, penguatan risk management dan prinsip keberlanjutan adalah fondasi utama agar pertumbuhan kredit di segmen konsumer, komersial, maupun korporasi tetap berjalan sehat dan prudent," tambah Direktur Risk ManagementBTN, Setiyo Wibowo.
Ketangguhan model bisnis baru ini tercermin dari total kredit dan pembiayaan BTN yang melesat menjadi Rp403,06 triliun (tumbuh 9,97 persen yoy). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) terkumpul hingga Rp433,95 triliun (naik 9,09 persen yoy). Lagi-lagi, kedua pencapaian ini berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.
Sebagai validasi atas keberhasilan transformasi ekonomi dan digital ini, BTN membawa pulang lima penghargaan sekaligus pada ajang Asian Banking & Finance Awards 2026 di Singapura:
1. Indonesia Domestic Digital Transformation Bank of the Year
2. Indonesia Domestic Ecosystem Platform Initiative of the Year
3. Indonesia Domestic Digital MSME Initiative of the Year
4. Indonesia Domestic Technology & Operations Bank of the Year
5. Ecosystem Initiative of the Year – Indonesia