Laba Bersih Qatar Airways Melonjak Rp33 Triliun, Langsung Pesan 160 Pesawat Boeing
Selama satu tahun lalu, Qatar Airways memperluas portofolio investasinya.
Qatar Airways mencatat lonjakan laba bersih tahunan sebesar 28% menjadi 7,8 miliar riyal Qatar atau sekitar Rp34 triliun, berdasarkan pernyataan awal yang dirilis maskapai pada Senin (19/5).
CEO Qatar Airways, Badr Mohammed Al-Meer, menyatakan bahwa maskapai berhasil menjalin kemitraan strategis untuk menjaga fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi dinamika global, baik dari sisi politik, ekonomi, maupun lingkungan.
Data lengkap mengenai pendapatan dan jumlah penumpang Qatar Airways pada tahun lalu belum tersedia. Laporan tahunan penuh maskapai milik pemerintah Qatar ini dijadwalkan dirilis pada Senin pagi.
Selama tahun lalu, Qatar Airways memperluas portofolio investasinya dengan membeli 25% saham di Virgin Australia dan 25% saham di maskapai regional asal Afrika Selatan, Airlink. Langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan jumlah penumpang dan konektivitas global.
Maskapai juga melakukan pemesanan besar terhadap 160 unit pesawat berbadan lebar Boeing 777X dan 787 dengan mesin GE Aerospace senilai USD96 miliar. Ini menjadi transaksi pesawat berbadan lebar terbesar dalam sejarah kedua perusahaan. Qatar Airways juga memiliki opsi untuk membeli tambahan 50 pesawat Boeing.
Kepala Komersial Qatar Airways, Thierry Antinori, mengatakan kepada Reuters bahwa maskapai mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang yang melampaui rata-rata pasar dari April 2024 hingga Januari 2025. Pertumbuhan mencapai 9% di seluruh jaringan, 14% di kawasan Eropa, dan 12% di Jerman.