KAI Daop 2 Bandung Siagakan 30 Lokomotif dan 275 Kereta untuk Kesiapan KAI Daop 2 Bandung Lebaran 2026

PT KAI Daop 2 Bandung memastikan Kesiapan KAI Daop 2 Bandung Lebaran 2026 dengan menyiagakan 30 lokomotif dan 275 kereta, menjamin kelancaran mudik dan balik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KAI Daop 2 Bandung Siagakan 30 Lokomotif dan 275 Kereta untuk Kesiapan KAI Daop 2 Bandung Lebaran 2026
KAI Daop 2 Bandung memastikan kesiapan sarana perkeretaapian dengan menyiagakan 30 lokomotif dan 275 kereta demi kelancaran Mudik Lebaran 2026, menjamin perjalanan prima bagi pemudik. (AntaraNews)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung telah mengambil langkah proaktif untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik pada masa angkutan Lebaran 2026. Persiapan ini dilakukan dengan menyiagakan sejumlah besar armada untuk melayani masyarakat.

Manajemen KAI Daop 2 Bandung memastikan sistem perkeretaapian tetap prima dengan menyiapkan sekitar 30 lokomotif dan 275 kereta. Kesiapan sarana ini menjadi fondasi utama dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang.

Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa langkah ini didukung penuh oleh penguatan di sisi prasarana dan sumber daya manusia. Tujuannya adalah memastikan operasional perjalanan kereta api berjalan optimal tanpa kendala berarti.

Kuswardojo menjelaskan bahwa pada tahun ini, KAI Daop 2 Bandung menyiapkan sebanyak 30 lokomotif dan 275 kereta. Seluruh armada ini siap mengangkut pengguna jasa kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026. Kesiapan ini menjadi prioritas utama untuk menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang.

Armada yang disiapkan tersebut kini tengah menjalani serangkaian perawatan ketat di Depo Kereta Api Bandung. Proses pengecekan ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemeriksaan harian hingga perawatan periodik jangka panjang. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap unit dalam kondisi terbaik.

Aspek krusial seperti sistem pengereman, sistem pendingin ruang (AC), bahan bakar, hingga bagian rangka bawah atau bogie menjadi sasaran utama pemeriksaan rutin. Setiap lokomotif yang selesai beroperasi akan langsung masuk meja perawatan untuk memastikan kondisi fisik tetap andal.

Depo Bandung melakukan perawatan mulai dari perawatan harian atau daily check, kemudian P1 atau satu bulanan, P3, P6, dan P12. Perawatan ini dilakukan dengan periode tiga bulanan, enam bulanan, dan 12 bulanan di Depo. Standarisasi perawatan yang konsisten ini adalah kunci.

Apabila terdapat perbaikan yang lebih kompleks, pengerjaan akan dilaksanakan di Balai Yasa. Ini menunjukkan adanya sistem perawatan berlapis untuk menangani berbagai tingkat kerusakan atau kebutuhan perbaikan. Fokus utama adalah keselamatan operasional.

Kuswardojo menekankan bahwa perawatan merupakan hal yang harus dikerjakan setiap hari. Hal ini salah satunya untuk memastikan keselamatan dalam pengoperasian sarana tersebut. Konsistensi dalam perawatan menjadi jaminan utama bagi penumpang.

Melalui standarisasi perawatan yang konsisten, KAI Daop 2 Bandung optimistis dapat memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama yang menjamin kepastian jadwal di tengah potensi kepadatan lalu lintas jalan raya.

  • Perawatan harian (daily check)
  • Perawatan bulanan (P1)
  • Perawatan tiga bulanan (P3)
  • Perawatan enam bulanan (P6)
  • Perawatan dua belas bulanan (P12)

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi