Instruksi Prabowo: Pesawat ke Daerah Bencana Wajib Angkut Hasil Tani Warga untuk Dijual

Hal ini dilakukan untuk memastikan para petani yang terdampak bencana tetap mendapat akses pasar dan pendapatan dari hasil tani.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Instruksi Prabowo: Pesawat ke Daerah Bencana Wajib Angkut Hasil Tani Warga untuk Dijual
Instruksi Prabowo: Pesawat ke Daerah Bencana Wajib Angkut Hasil Tani Warga untuk Dijual (Merdeka.com)

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar seluruh armada udara yang menurunkan logistik bantuan ke Sumatra juga mengangkut hasil tani warga. Kebijakan ini diperkuat usai kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tengah dan Bener Meriah pada 12 Desember lalu.

"Presiden mewajibkan setiap hercules dan helikopter yang menurunkan logistik ke Bandara Rembele harus mengangkut hasil tani warga ke Halim, Jakarta," kata Teddy dikutip dari siaran pers, Rabu (17/12).

Menurut dia, Bupati Bener Meriah melaporkan kepada Prabowo bahwa hasil-hasil tani warga Bener Meriah dan Takengon telah diterbangkan ke Posko Halim menggunakan helikopter atau pesawat TNI maupun swasta dari Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.

Prabowo pun langsung memerintahkan agar nantinya semua pesawat yang selesai menurunkan logistik, langsung mengangkut hasil tani warga. Hal ini dilakukan untuk memastikan para petani yang terdampak bencana tetap mendapat akses pasar dan pendapatan dari hasil tani.

"Diharapkan para petani terdampak bencana terus akan memperoleh hasil penjualan dari hasil tani mereka masing-masing," jelas Teddy.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah sudah mengerahkan lebih dari 50.000 anggota TNI-Polri ke lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Untuk itu, dia mengatakan semua pihak waspada apabila ada narasi yang menyebut bahwa negara tak hadir menangani bencana Suamtra.

"Kita sudah mengerahkan lebih dari 50.000 TNI dan Polri. 50.000 itu setingkat 50 batalion sudah dikerahkan di daerah terdampak. Kalau dibilang negara tidak hadir, ah, ya, kita waspada saja, ya. Unsur-unsur yang memang ya punya agenda-agenda lain," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna yang dihadiri para menteri-wamen di Istana Negara Jakarta, Senin (15/12).

Selain itu, dia menuturkan lebih dari 60 helikopter serta belasan pesawat diterjunkan ke daerah-daerah terdampak bencana. Prabowo juga telah memerintahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Menteri Pekerjaan Umum segera membangun hunian tetap dan sementara untuo warga terdampak banjir.

"Pembangunan hunian segera dilakukan dan 2.000 rumah segera akan mulai dibangun," ujarnya.

Selanjutnya, 1.000 alat berat sudah dikirim ke lokasi bencana seperti truk, ekskavator, tangki air bersih dan minum. Pemerintah juga membangun 50 Jembatan Bailey, di mana 7 di antaranya sudah selesai dibangun.

"Kemarin kita juga tambahkan lagi alat berat, truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet-toilet portable. 50 jembatan Bailey sedang kita kerjakan, 7 tadi sudah jadi," ucap Prabowo.

Kemudian, pemerintah juga berupaya memulihkan akses jalan darat di wilayah bencana yang masih terisolasi. Prabowo meminta maaf apabila pemulihan pasca bencana tak bisa rampung dalam waktu singkat.

"Saya telah minta maaf, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Kita tidak bisa selesaikan dalam 3 hari, 4 hari, 5 hari. Mungkin mungkin 2, 3 bulan aktivitas akan benar-benar normal," jelas Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo bersyukur masalah listrik sebagian besar sudah menyala di daerah terdampak bencana. Menurut dia, masih ada kabel-kabel yang teredam banjir dan membahayakan sehingga pemulihan listrik belum maksimal.

"Masih ada beberapa yang harus kita percepat. Masih ada beberapa yang berbahaya karena kabel-kabel kalau lewat air yang masih banjir, itu berbahaya. Ini bisa mengakibatkan korban nyawa kalau tidak hati-hati," tutur Prabowo.

Meski begitu, Prabowo memastikan jajarannya bekerja keras menangani dampak banjir. Bahkan, ada petugas yang menghadapi kondisi menantang demi pemulihan bencana.

"Jadi, PU itu PLN bekerja dengan sangat sangat menghadapi kondisi yang sangat menantang dan mereka sudah di situ sudah belasan hari," pungkas Prabowo.

Rekomendasi